Disperindag Flores Timur sering menemukan produk kedaluwarsa di swalayan atau di toko, apa tindakannya?

Disperindag Flotim Akui Seting Menemukan Produk kedal
Kadis Perindag Flotim Siprianus Ritan

Larantuka (BERANDATIMUR) – Menindaklanjuti pemberitaan media ini tentang SWalayan Hope Mart yang terletak di Larantuka menjual produk kedaluwarsa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Flores Timur langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Sidak yang dilakukan ke Swalayan Hope Mart dan tempat penjualan bahan kebutuhan sehari-hari lainnya. Namun diakuinya, tidak menemukan produk yang sudah kedaluwarsa sebagaimana pemberitaan pada media ini.   

Kepala Dinas Perindag Kabupaten Flotim Siprianus Ritan pada Senin, 5 September 2022 menyatakan sidak yang dipimpinnya sendiri tidak menemukan produk kedaluwarsa pada swalayan yang dimaksudkan maupun tempat lainnya.

“Tadi Saya sendiri yang memimpin sidak kebeberapa toko swalayan termasuk Swalayan Hope Mart yang ditulis oleb awak media menduga adanya barang kedaluwarsa yang dijual di swalayan tersebut,” terang dia. 

Baca Juga:  Sidak Ketua DPRD, Banyak OPD Tak Taat Aturan

Ia mengatakan tidak menemukan produk-produk kedaluwarsa yang terpajang di rak-rak atau etalase swalayan tersebut. “Saat tadi kita ke Swalayan Hope Mart kita tidak menemukan barang-barang kedaluwarsa namun yang menghampiri batas kedaluwarsanya seperti sepuluh hari lagi batas expirednya habis memang itu ada,” beber Siprianus.

Iapun mengaku telah mendata barang-barang tersebut dan sudah dikomunikasikan dengan pemilik swalayan jika barang tersebut expired sudah berakhir agar dibuang saja.

Namun pada sidak yang digelar sebelumnya, dia akui memang sering menemukan produk kedaluwarsa yang masih dijual pada beberapa swalayan dan toko. 

Baca Juga:  Pemuda mabuk pukul 2 siswa SMAN 1 Lewolema, kini DPO

“Sidak yang kita lakukan sebelumnya, pihak kita seringkali menemukan barang-barang kedaluwarsa yang dipajangkan dibeberapa toko maupun swalayan di Kota Larantuka maupun di pasar-pasar lokal di kecamatan,” sebut Siprianus.

Hanya saja, Siprianus menolak menyebutkan nama swalayan atau toko yang menjual produk-produk kedaluwarsa tersebut tanpa memberikan alasan. 

“Pada intinya kita sebelum-sebelumya saat kita melakukan sidak, pihak kita sering menemukan barang-barang expired yang masih ditata di etalase atau yang penjualan di beberapa toko maupun swalayan,” ungkap dia. 

Bahkan Siprianus tidak menyangkal dan mengatakan produk-produk kedaluwarsa juga pernah ditemukan di Swalayan Hope Mart dan masih dipajang di rak penjualan. Atas ulah pemilik swalayan dan toko yang menjual produk kedaluwarsa tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan surat teguran. 

Baca Juga:  Masa jabatan Bupati Flores Timur berakhir, AGH: Saya kembali jadi petani

“Beberapa toko atau swalayan di Flotim inikan pernah mendapatkan surat teguran dari BPOM jika masih juga menjual barang expired bukan tidak mungkin toko atau swalayannya pasti ditutup,” tegas Siprianus. (mg01)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here