DKP Kaltara optimis rumput laut penghalang jalur pelayaran Nunukan-Tarakan dibersihkan tahun ini

Pembersihan Jalur Transportasi Speedboat Nunukan-Tarakan Akan Dibersihkan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara Rukhi Syayahdin. FOTO: Doc

Nunukan (BERANDATIMUR) – Polemik jalur pelayaran Nunukan-Tarakan dan sebaliknya yang mulai tertutup rumput laut, akan difasilitasi penyelesaiannya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara. Organisasi perangkat daerah (OPD) ini pun optimis pembukaan jalur pelayaran akan dibuka tahun ini.

Hal ini disampaikan Kepala DKP Kaltara Rukhi Syayahdin melalui sambungan telepon, Jumat, 15 Juli 2022. Ia menambahkan, upaya pembukaan jalur pelayaran kapal cepat dari Nunukan menuju Tarakan dan sebaliknya akan terus dilakukannya agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Kedua sisi harus diselamatkan baik pengusaha angkutan kapal cepat (speedboat) maupun pembudidaya rumput laut. Sebab kedua sektor usaha ini sama-sama memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kaltara.

Baca Juga:  KM Subur Indah ditemukan dekat Ambalat, 5 ABK selamat

Rukhi menyatakan, untuk mewujudkan upaya “pembersihan” jalur pelayaran yang sudah tertutup rumput laut ini telah mengajukan alokasi anggaran pada APBD Perubahan Provinsi Kaltara. “Kami dari DKP Kaltara akan terus berupaya bagaimana upaya mewujudkan masalah ini,” ujar dia kepada awak media ini.

Jalur transportasi yang akan dibersihkan adalah di sepanjang Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan. Mengenai lokasi yang akan dibersihkan untuk jalur pelayaran sudah disepakati bersama dengan seluruh instansi terkait termasuk perwakilan dari pembudidaya rumput laut sendiri.

“Anggarannya kami sudah usulkan untuk APBD (Kaltara) perubahan. Mudah-mudahan bisa diwujudkan tahun ini,” ungkap Rukhi. Optimisme DKP Kaltara untuk menertibkan jalur pelayaran yang tertutup rumput laut tersebut patut diacungi jempol.

Baca Juga:  Angkot terguling di pendakian menuju Kantor Camat Nunukan

Persoalannya, permasalahan ini sudah berlangsung lama namun belum ada penyelesaian yang kongkrit. Bahkan seringkali menjadi polemik antar pihak berkepentingan baik dari pengusaha transportasi, pembudidaya rumput laut maupun instansi terkait.

Semoga solusi yang ditawarkan DKP Kaltara ini, mampu meredam permasalahan ini. Tertutupnya jalur pelayaran speedboat seringkali menjadi keluhan yang tak terselesaikan.  (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here