Kabid Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Nunukan, Ari Sugias Tuti
Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РRumor adanya oknum guru dengan siswinya sering masuk tempat hiburan malam (THM) dibenarkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.
Melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Ari Sugias Tuti di Nunukan mengaku juga telah mendapatkan informasi tersebut namun masih dalam tahap penyelidikan.
“Kami juga dari DP3AP2KB Nunukan sudah mendapatkan informasi soal adanya oknum guru yang biasa membawa siswinya masuk THM atau cafe,” ujar Ari pada Selasa, 25 Juni 2019.
Hanya saja, dia akui belum mendapatkan data valid soal rumor tersebut sehingga belum bisa melakukan langkah-langkah kongkrit berupa pemanggilan untuk klarifikasi kepada pihak sekolahnya.
Ari juga menuturkan, kasus seperti ini tidak tertutup kemungkinan sering terjadi akibat komunikasi intens antara oknum guru dengan siswinya yang berujung pada pertemuan pada jam belajar atau di luar jam belajar di THM atau cafe.
DP3AP2KB Nunukan tentunya akan terus memantau dan menyelidiki kasus semacam ini agar tidak menimbulkan ekses negatif terhadap sekolah dan lebih khusus bagi guru dan siswi bersangkutan.
Sehubungan dengan adanya rumor tersebut, DP3P2KB Nunukan berencana melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah pada tahun ajaran baru ini bekerja sama dengan Satpol PP setempat.
“Kami ada rencana akan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah pada penerimaan siswa siswi baru ini guna mencegah adanya kasus-kasus hubungan intim antara guru dengan siswi atau siswanya,” tandas Ari di ruang kerjanya.
Ia pun berharap, orangtua benar-benar memantau mobilitas anaknya setelah pulang sekolah dan melakukan pendekatan persuasif dalam rumah tangganya.
Adanya kasus-kasus kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak selama ini di Kabupaten Nunukan disebabkan kurangnya kontrol orangtua terhadap anaknya di rumah.
Mungkin faktor kesibukan orangtua yang mencari nafkah sehingga anaknya dibiarkan keluyuran di luar jam sekolah. Padahal, kata Ari, fenomena semacam itu dapat dihindari apabila peran orangtua dapat dilakukan setiap waktu luangnya.
Termasuk mengawasi dan memantau alat komunikasi yang dimiliki. Sebab semakin canggihnya alat komunikasi saat banyak memicu terjadinya pergaulan bebas bagi anak-anak remaja saat ini, sebut Ari.
“Peran orangtua sangat penting mengawasi anaknya agar tidak keluyuran. Termasuk berhubungan bebas dengan siapapun termasuk gurunya di sekolah,” tekan dia. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here