Nunukan (berandatimur.com) – DPRD Nunukan ikut menanggapi soal rencana pembukaan kembali perdagangan lintas batas atau “border trade” antara Negeri Sabah (Malaysia) dengan Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Ketua DPRD Nunukan, Danni Iskandar di Nunukan, Selasa (21/8) menegaskan, tidak boleh hanya menguntungkan pihak Malaysia dengan memasok produknya ke Kabupaten Nunukan.

Sementara tidak ada perdagangan timbal balik bagi kepentingan Kabupaten Nunukan, ujar dia.

Perdagangan lintas batas yang diprakarsai Kadin Nunukan dan Kaltara ini dinilai sangat baik asalkan kerja sama yang dirintisnya saling menguntungkan.

“Tidak boleh hanya menguntungkan Malaysia saja soal perdagangan lintaa batas ini. Harus saling menguntungkan antara pihak Malaysia dan Nunukan,” imbuh Danni Iskandar.

Baca Juga:  Diam-diam Nunukan Ekspor 63 Ton Rumput Laut ke Korsel

Legislator Partai Demokrat ini berpandangan, tidak adil apabila hanya menguntungkan salah satu pihak. Meskipun diakui masyarakat Kabupaten Nunukan masih membutuhkan produk Malaysia untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Hanya saja dia menyangsikan kesediaan komoditas dari Kabupaten Nunukan yang siap diangkut ke Tawau, Malaysia.

Oleh karena itu, dia mengajak Pemkab Nunukan akan mempersiapkan diri dengan menyediakan produk lokal atau dalam negeri apabila telah ada kesepakatan dengan pihak Malaysia.

Ia menambahkan, gagasan membuka kembali “border trade” ini karena membuka kembali jalur distribusi produk Malaysia ke daerah itu yang sempat dilarang Pemerintah Malaysia pada pemerintahan Najib Tun Razak.

Baca Juga:  Lapas Nunukan Diapresiasi Oleh Dirjen PAS. Kawasan Wisata Agro Berorientasi Edukasi Diresmikan

Danni Iskandar mempertegas bahwa perdagangan dapat dilakukan apabila benar-benar menjamin prinsip business to business atau B to B. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here