DPRD pertanyakan dana bantuan Seroja, bagiamana tanggapan Pemkab Flores Timur 

DPRD Flores Timur Pertanyakan Dana Bantuan Seroja
Rapat antara Pemkab Flores Timur dengan DPRD setempat, Rabu (23/2)

Larantuka (BERANDATIMUR) – DPRD Flores Timur, NTT mempertanyakan soal dana yang pernah digalang oleh pemda setempat dari pihak ketiga diperuntukkan bagi korban bencana Seroja.

Pertanyaan muncul dari Ketua Fraksi Partai Gerindra Muhidin Demon Sabon pada rapat kerja sama terkait rekontruksi dan realokasi dana Seroja pada Rabu, 23 Februari 2022 bahwa penggalangan dana tersebut masuk ke rekening Bupati Flores Timur.

“Saya minta penjelasan pemerintah terkait berapa besaran dana yang masuk melalui rekening itu,” ujarnya.

Mendapatkan pertanyaan itu, Sekdakab Flores Timur Paulus Igo Geroda menjelaskan pembukaan rekening atas nama Bupati Flotim, tidak menjadi persoalan. Sesuai ketentuan, dana daerah harus menggunakan nama kepala daerah (bupati).

Baca Juga:  Ada potensi longsor susulan di Gunung Ile kedeka, Flotim, warga trauma

“Karena, sesuai aturan, yang namanya dana daerah, harus menggunakan nama bupati,” terang Paulus.

Ia menambahkan semua rekening di Flotim yang namanya dana daerah, harus pakai nama bupati. “Jabatan bupati tidak bernyawa dan bupati tidak bisa ambil uang itu,” tegas dia.

“Pakai jabatan bupati, bukan Anton Hadjon-nya. Kapan bupati diganti mau namanya siapa saja tetap rekeningnya atas nama bupati dan yang menarik adalah bendahara,” kata Sekdakab Flores Timur ini.

Paulus juga mengatakan bantuan untuk korban bencana Seroja yang bersumber dari pihak ketiga semuanya berjumlah Rp735.221.564 dan dibuktikan dengan rekening koran.

Baca Juga:  Mahasiswa IKT Larantuka "cegah" stunting di Desa Ojan Detun

“Bantuan dari pemerintah pihak mana saja dana tersebut masuk ke rekening umum kas daerah lalu terinput langsung kedana BPBD sesuai dengan permintaan pusat penanganan darurat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yakobus Elton Nggiri
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here