Dua Gadis Flores Timur “Dijual”?

Dua Gadis Belia Asal Flores Timur
Dua gadis asal Flores Timur berinisial PJK dan ARK yang menjadi korban perdagangan orang di Medan saat tiba di Larantuka, Selasa (27/12)

Larantuka (BERANDATIMUR) – Nasib naas dialami dua gadis asal Desa Serinuho, Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur, NTT. Keduanya berinisial PJK dan ARK.

Awalnya dijanjikan dipekerjakan di Jakarta ternyata dibawa ke Medan, Sumut sebagai asisten rumah tangga (ART).

Kedua gadis ini diduga telah menjadi korban perdagangan orang alias human trafficking (perdagangan orang) oleh sebuah perusahaan bernama PT Rejeki Djaya Makmur.

Gadis belia ini pun sudah dipekerjakan selama dua tahun di Medan oleh agen bernama Dewi.

Ceritanya, selama bekerja di Medan keduanya tidak diperbolehkan keluar rumah. Kecuali keluar sebatas halaman rumah karena pintu pagar dikunci oleh pemiliknya yang bertempat tinggal di Jakarta.

Kepada awak media ini, Selasa, 27 Desember 2022 di Larantuka, Flores Timur, PJK dan ARK menceritakan kisah hidupnya selama bekerja di Medan.

Baca Juga:  Lanjutan ETMC NTT, tuan rumah Persebata ditahan imbang tanpa gol

Bermula, saat direkrut oleh PT Rejeki Djaya Makmur untuk bekerja di Ibu Kota Negara, Jakarta dengan perjanjian menjadi ART dengan upah Rp1,5 juta per bulan.

Apesnya, selama dua tahun delapan bulan bekerja di Medan keduanya mengaku tidak pernah diberikan hak ya (upah) dari perusahaan yang merekrutnya.

“Akan tetapi, setelah kami bekerja selama 2 tahun 8 bulan, kami belum menerima gaji sepeser pun dari manajemen PT. Rejeki Djaya Makmur. Kami pulang cuti kali ini saja majikan hanya memberikan uang Rp1.500.000, dan uang pesawat dia (majikan) bayar,” ungkap keduanya.

PJK mengaku direkrut oleh sekampungnya berinisial AO.
“Saya tiba di Maumere pada 9 September 2019. Kemudian kami diterbangkan ke Jakarta, dan dijemput seorang ibu ke Medan,” jelas dia.

Baca Juga:  Flash...Mau vaksin, istri kepala sekolah tewas ditabrak mobil ambulance "rongsokan"

Sementara Aktivis Buruh Migran Indonesia Noben Da Silva kepada awak media ini mengatakan akan bekerja sama dengan Garda Buruh Migran di Jakarta Banten dan Medan untuk mengupayakan agar mereka diperhatikan soal jalur tenaga kerja secara legal dan perusahaan yang terdaftar.

“Kita akan bekerja sama dengan Garda Buruh Migran Jakarta Banten dan Medan untuk lebih memperhatikan jalur tenaga kerja yang legal dan tentunya perusahaan yang menyalurkanpun harus punya legalitas yang jelas dan terdaftar,” terang Noben.

Aktivis Buruh Migran Indonesia asal Flotim itu juga mengatakan kedua gadis (PJK dan ARK) tiba di Flores Timur pada 26 Desember 2022 sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca Juga:  Komunitas Taan Tou Gelar Dolo - Dolo Massal Bagi Remaja

“Kedua anak itu kemarin jam 2 (14.00 Wita) siang mereka tiba di sini (Larantuka) saya sendiri yang menjemput dan mengantar mereka untuk pulang ke kampung halamannya. Saya sendiri juga sudah ditelpon oleh orang tua korban yang sekarang ada di Malaysia untuk telusuri kasus ini,” tandas Noben. (*)

Reporter: Yakobus Elton Nggiri
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here