Dugaan aliran dana Briptu Hasbudi, PPATK: Mengalir ke pihak tertentu

Tambang Emas Ilegal di Kecamatan Sekatak, Bulungan
Lokasi penambangan emas ilegal di Kecamatan Sekatak, Bulungan yang diduga melibatkan oknum Polri

Jakarta (BERANDATIMUR) – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang melacak aliran dana tersangka tambang emas ilegal di Kalimantan Utara yakni seorang oknum anggota polisi bernama Briptu Hasbudi (HSB).

PPATK menemukan tersangka Briptu Hasbudi mengirim sejumlah dana ke pihak tertentu. Namun belum bisa dibeberkan identitas penerima transferan tersebut. “Ya ada (aliran dana ke) pihak-pihak terkaitnya. Masih proses terus terkait dengan pendalamannya,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada detikcom, Sabtu 21 Mei 2022 dikutip berandatimur.com.

Ivan mengakui masih mendalami dan terus melacak aliran dana tersebut sehingga belum bisa membeberkan pihak-pihak yang turut menerima aliran dana dari Briptu Hasbudi tersebut.

Baca Juga:  PM Malaysia Minta Jokowi Pulangkan TKI Ilegal yang Bekerja di Negaranya

“Masih terus pendalaman. Kalau profil tidak bisa saya sampaikan,” ujar Ivan. Kepala PPATK menegaskan aliran dana tersebut sudah berlangsung sejak lama. Hanya saja hingga kini masih belum ditemukan titik terang aliran dana ini mengalir ke pihak mana saja.

“Kami sudah proses sejak lama,” katanya.

Dugaan aliran dana ilegal ini pertama kali dilaporkan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Kompolnas meminta agar PPATK mengusut transaksi keuangan dan dana Briptu Hasbudi yang mengalir ke sejumlah pihak tertentu.

“Nanti kami akan mendorong PPATK untuk cek aliran dana itu sehingga bisa memberikan masukan kepada polisi kalau nanti mengungkapkan lebih detail,” ungkap Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto, Kamis (19/5).

Baca Juga:  Diduga oknum polisi pelaku pelecehan seksual siswi SMP di Malaka, Polda NTT didesak segera tuntaskan penanganannya

Hasbudi diketahui memiliki bisnis lain termasuk pengiriman barang bekas dari Malaysia. Kompolnas akan mengecek langkah penelusuran yang dilakukan Polda Kaltara dan Polres Bulungan, khususnya penelusuran soal pihak-pihak yang diyakini menerima aliran dana ilegal dari Hasbudi.

“Kemudian untuk melakukan tracking aliran dana itu kan tidak ada di polisi, tetapi ada di PPATK. Sehingga tadi kami cek ternyata sudah juga bersurat ke PPATK,” ujar Albertus. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here