Cegah peredaran narkotika pada tingkatan keluarga, BNN gandeng PKK

BNN Gandeng PKK Cegah Peredaran Narkotika di Nunukan
Usai penandatanganan nota kesepahaman angata BNN dengan PKK dalam upaya pencegahan peredaran narkotika di Kabupaten Nunukan bertempat di Gedung PKK Nunukan, Rabu (27/4).

Nunukan (BERANDATIMUR) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan, Kaltara menggandeng Tim Penggerak PKK untuk mencegah peredaran narkotika di wilayah kerjanya. Menurutnya, pencegahan pada tingkatan keluarga lebih efektif apabila dilakukan oleh ibu-ibu dari PKK.

Kepala BNN Kabupaten Nunukan Emmanuel Henry di Nunukan pada Rabu, 27 April 2022 menjelaskan pencegahan peredaran narkotika akhir-akhir ini banyak melibatkan kalangan perempuan sehingga keberadaan PKK dianggap lebih efektif dalam melakukan penyuluhan dan sosialisasi dimulai dari tingkatan keluarga.

“Penanggulangan narkotika di Kabupaten Nunukan bukan hanya tugas dan tanggungjawab BNN saja. Untuk menekan maraknya peredaran narkotika itu sudah menjadi tugas bersama semua elemen masyarakat,” ungkap dia usai penandatanganan nota kesepahaman dengan TP PKK Kabupaten Nunukan.

Baca Juga:  Umat Muslim Nunukan Tumpah Ruah Sholat Id di Masjid, Bagaimana Prokes?

Ia menilai peran ibu-ibu dari PKK sangat dibutuhkan karena dianggap sangat dekat dengan anak-anaknya dan anggota keluarga lainnya.

“Saya kira lebih efektif melakukan pencegahan peredaran narkotika apabila menggandeng PKK yang kebanyakan diisi oleh kaum perempuan. Pencegahan harus dimulai dari keluarga sehingga melibatkan PKK diharapkan dapat mengurangi keterlibatan anak-anak dan kalangan perempuan,” ucap Henry.

Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan Hj Sri Kustarwati mengakui sebagai mitra pemerintah maka apapun yang diprogramkan pemerintah maka PKK wajib mendukung termasuk pencegahan peredaran narkotika ini. Kerja sama ini diharapkan sinergitas antara BNN dengan PKK dalam memberantas peredaran narkotika dapat dilakukan.

Baca Juga:  Bea Cukai hibahkan 733 lembar karpet sitaan ke Pemda Nunukan

Ia mengakui, pencegahan dapat dilakukan sejak dini mulai dari anggota keluarga terlebih dahulu sehingga peran PKK di dalamnya dapat menjalankan fungsinya dengan efektif.

Mengenai banyaknya kaum perempuan yang terlibat di dalam peredaran narkotika, Sri mengatakan disebabkan faktor ekonomi. Kemudian adanya keterlibatan anak-anak remaja putri, kemungkinan dari keluarga “broken home” dan meningkatnya gaya hidup yang didapatkan dari media sosial.

Oleh karena itu, Sri berjanji akan intens dan konsisten melakukan upaya-upaya pencegahan peredaran narkotika ini hingga ke desa-desa dengan mengerahkan anggota PKK.

Baca Juga:  "Saya tidak pernah berdamai", Samsatir mengaku didatangi Latif dibujuk uang Rp2,5 juta

“Dengan adanya kerja sama yang ada dalam nota kesepahaman ini, kami dari PKK akan sosialisasikan program BNN ini untuk mencegah peredaran narkotika hinga ke desa-desa,” ucap dia. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here