Eks Bupati Flotim kunjungi PT Tigate Trees Indonesia, Anton Hadjon: Saya bertanggung jawab

Eks Bupati Flotim Kunjungi PT Tigate Trees Indonesia
Bupati Flores Timur Ke-7, Anton Hadjon, bersama Kepala Desa Waibao dan owner dan jajaran manajemen PT Tigate Trees Indonesia, Rabu, (27/7). FOTO: Yakobus Elton Nggiri/BERANDATIMUR.COM

Larantuka (BERANDATIMUR) – Eks Bupati Flores Timur periode 2017-2022, Antonius Hubertus Gege Hadjon mengunjungi PT Tigate Trees Indonesia di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, NTT pada Rabu 27 Juli 2022.

Kedatangannya di perusahaan yang mengelola hasil perkebunan di Kabupaten Flores Timur itu, sangat mengapresiasi eks Bupati Flotim tersebut yang juga menjabat Ketua DPC PDIP.

Kunjungan pria yang kerap disapa Anton Hadjon ini dalam rangka memenuhi undangan perusahaan tersebut untuk bertemu dan bertatap muka dengan owner PT Tigate Trees Indonesia, Mr. Ben bersama jajarannya.

Dalam momen tatap muka itu, Anton Hadjon menyatakan tetap bertanggung jawab secara moril atas keberadaan perusahaan itu meskipun tidak menjabat bupati lagi.

“Secara moril saya sangat bertanggung jawab atas kehadiran perusahaan ini di sini, terhadap perusahaan maupun terhadap masyarakat, khususnya di wilayah Desa Waibao,” tegasnya.

Baca Juga:  Aparat dan Warga Pakai Pelepah Pisang Padamkan Kebakaran Lahan di Sinamalaka

Ia juga menceritakan pertama kali PT Tigate Trees Indonesia datang untuk berinvestasi di daerah itu karena bahan baku yang dibutuhkan jambu mente, pisang, pepaya, nenas, kelapa, sorgum, jeruk nipis, kacang tanah sangat tersedia.

“Makanya saya mengiyakan dengan syarat perusahaan harus ada di Flores Timur. Saat ini, sudah dua tahun berjalan perusahaan ini sudah memproduksi buah kering di Flores Timur yang mana kebutuhan masing-masing jenis di atas 40 ton per tahunnya, di luar mente,” ujar Anton yang menjabat bupati ke-7 di Kabupaten Flores Timur.

“Saya, sebagai Bupati, harus memastikan seperti apa PT Tigate Trees Indonesia itu. Pertemuan-pertemuan formal terkadang untuk berbicara ide dan konsep dengan luas. Tetapi dengan pertemuan-pertemuan non formal, bisa memunculkan banyak hal yang memastikan sesuatu terjadi,” kenang dia.

Baca Juga:  Diterjang Banjir 1979, Tokoh Masyarakat Berniat Bangun Lagi Rumah Adat Koke Bale

“Saya membayangkan, bagaimana kalau mente di Waibao itu berbuah. Kita tentu berharap pihak perusahan dapat mempertimbangkan keberadaanya di Flores Timur, tidak hanya menyiapkan bahan baku dan bahan setengah jadi, tetapi lebih daripada itu mempertimbangkan keseluruhan proses produksi terjadi di Flores Timur,” ungkap Anton.

Owner PT Tigate Trees Indonesia, Mr Ben mengungkapkan kehadiran perusahaannya di Flotim ini melalui proses yang sangat panjang. Oleh karena itu, pembenahan manajemen yang didukung oleh pemerintah daerah dan desa, serta dukungan masyarakat Desa Waibao sangat dibutuhkan dalam membangun tim yang solid.

“Tidak ada tim, tidak ada orang, tidak ada perusahaan, tidak ada keuntungan,” ungkap Mr. Ben.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan Lembata dirikan gerai produk kerajinan UMKM

Ia pun berharap ke depannya perusahaan miliknya dapat berkembang dengan sehat dan bekelanjutan agar dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja. “Bagaimana perusahaan dan lahan ini bisa menghasilkan buah yang banyak, dan juga bisa menyerap tenaga kerja yang secukupnya,” ungkapnya.

“Berkat dukungan dari Pak Anton Hadjon maka PT Tigate Trees Indonesia bisa ada di Waibao, Flores Timur,” tutup Mr Ben. (mg01)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here