Nunukan (berandatimur.com) – Seorang pria eks tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Sabah, Malaysia diciduk aparat Kepolisian Resor Nunukan, Kaltara usai melakukan aksi pencurian dengan pemaksaan atau menyambret.

Pengungkapan tindak kejahatan dengan pengambilan paksa dilakukan tim unit Pidana Umum Reskrim Polres Nunukan, Minggu (23/9) sekira pukul 05.30 wita.

Pelaku yang diciduk dua orang pria masih remaja yakni Payong (19) dan Simon Molan (19) beralamat di Yamaker Kelurahan Nunukan Barat.

“Simon Molan inilah eks TKI di Sabah yang dideportasi ke Nunukan pada Februari 2018 lalu,” sebut Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu M Karyadi melalui keterangan tertulisnya, Minggu (23/9) malam.

Baca Juga:  Pembelian beras lokal Nunukan butuhkan pihak ketiga

Lokasi kejadian tindak kejahatan oleh kedua pelaku di Jalan Pattimura Kelurahan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan tepatnya didepan Warung Bakso Arema dengan korbannya seorang bocah laki-laki.

Barang bukti yang disita dari tangan pelaku berupa satu unit sepeda motor merek honda beat warna putih orange KT 4140 SM.

Lalu, satu buah anak kunci asli, satu unit telepon seluler merek xiaomi warna hitam, satu lembar baju kemeja lengan panjang motif kotak2 warna merah.

Satu lembar baju kemeja lengan panjang motif kotak2 warna abu abu dan satu lembar jaket sweater warna abu abu.

Baca Juga:  Pengusaha Lintas Batas Inginkan Pelabuhan Ekspor Impor di Nunukan

Kemudian barang bukti yang dicuri berupa telepon seluler merek xiaomi dimana bocah tersebut sedang bermain di depan warung tersebut saat pelaku melintas menggunakan sepeda motor.

Setelah mengambil telepon seluler dari tangan bocah itu, keduanya melarikan diri dengan sepeda motornya.

Aparat kepolisian setempat juga menduga kedua sebagai pelaku penjambretan yang terjadi di Jalan Hasanuddin pada Juni 2018.

Sehubungan tindak pidana yang dilakukannya, Karyadi menyatakan, kedua pelaku saat ini dalam pemeriksaan dan pengembangan kasusnya.

Keduanya dikenakan pasal 365 ayat (1) pencurian dengan pemaksaan subsidair pasal 363 ayat (1) pencurian dilakukan melebihi satu orang.
Ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun. (***)

Baca Juga:  Pembangunan Jalan Perbatasan Sei Menggaris-Malaysia Rampung

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here