Enam Orang Diamankan di Sulsel Terkait Sabu 9,126 Kg

Nunukan (berandatimur.com) – Aparat kepolisian dari Satuan Resnarkoba Polres Nunukan, Kaltara berhasil mengamankan enam orang di Sulsel terkait dengan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu yang digagalkan oleh petugas bea cukai di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan.

Melalui keterangan tertulis, Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu Muhammad Karyadi di Nunukan, Rabu (1/8) disebutkan, sabu-sabu 9,126 kilo gram dari Malaysia yang diamankan petugas X Ray Bea Cukai Nunukan pada Sabtu (28/7) sekira pukul 11.00 wita langsung dikembangkan ke daerah tujuan yakni Sulsel.

Pengembangan (delivery control) langsung dilakukan pasca penyerahan dari bea cukai setempat dengan berangkat menuju Kota Parepare, Sulsel menggunakan KM Cattleya Ekspres.

Setibanya di Pelabuhan Parepare pada Senin (30/7) sekira pukul 09.00 wita, aparat Satuan Resnarkoba Polres Nunukan langsung mengamankan tiga buruh pelabuhan berinisiam Js, Pt dan Bn yang ditugaskan mengangkat barang yang dibawa Ar (27) yang membawa sabu-sabu dari Tawau Negeri Sabah, Malaysia.

Baca Juga:  Enam Pria dan Dua Perempuan Diciduk Transaksi Sabu-sabu di Setabu. Polisi: Barang Bukti 21 Paket Siap Edar

Kemudian, seorang sopir berinisial Sp yang diberi tugas menjemput Ar (kurir) dari KM Cattleya Ekspres di Pelabuhan Nusantara Parepare.

Inilah sindikasi jaringan internasional penyelundupan sabu-sabu 9,126 kg asal Malaysia. (Humas Polres Nunukan)

Setelah menangkap keempat orang yang pertama, Satresnarkoba Polres Nunukan kembali melakukan pengembangan di Kota Parepare dengan menangkap pria berinisial Za, seorang pengurus penumpang yang menyuruh Js dan Sp menjemput Ar di Pelabuhan Nusantara Parepare.

Pasca penangkapan Za, dilakukan penangkapan di Kabupaten Pinrang (Sulsel) terhadap Rh adik kandung Mr yang memasok sabu-sabu 9,126 kilo gram saat ini masih berada Tawau. Mr dinyatakan masuk DPO (daftar pencarian orang) Polres Nunukan.

Baca Juga:  Gubernur Sulbar Temui JCH di Tanah Suci Mekah

“Rh ini ditugaskan mengambil barang (sabu-sabu) dari tangan Ar (kurir) atas suruhan kakak kandungnya bernama Mr yang memasok sabu-sabu ini dari Tawau (Malaysia),” ujar Karyadi.

Ketika Rh ditangkap, aparat dari Polres Nunukan ini memgembangkan kembali kasus ini sehingga berhasil mengamankan pria Wh juga di Kabupaten Pinrang.

Pria Wh ini berperan akan menyimpan sabu-sabu dari Rh di lahan persawahan yang telah ditentukan sebelum diserahkan bandar yang akan mengedarkannya di wilayah Sulsel.

Tugas Wh ini atas perintah Darwis saat berada dalam tahanan di Lapas Tenggarong Kabupaten Kutai Kertanegata, Kaltim. “Pria Wh adalah adik kandung Darwis,” beber dia.

Peran Darwis adalah pembeli dan pemilik sabu-sabu 9,126 kilo gram yang dibawa Ar dari Malaysia sekaligus pengendali peredaran sabu-sabu di Sulsel.

Baca Juga:  Gubernur Minta Gerak Cepat Tangani Jalan Longsor di Tarakan

Hasil pemeriksaan Satresnarkoba Polres Nunukan, maka penyidik menetapkan empat tersangka yakni Ar (kurir), Rh (adik kandung Mr sang pemasok sabu-sabu di Tawau), Wh (adik kandung Darwis pemilik sabu-sabu) dan Darwis sendiri.

Sedangkan dua lainnya yakni Mr dan Darwis ditetapkan sebagai DPO dan tiga orang masih berstatus saksi yaitu Js (buruh pelabuhan), Sp (sopir) dan ZA (pengurus penumpang). Ketiganya berdomisili di Kota Parepare. (Anto)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here