FLASH – 138 WNI dideportasi dari Malaysia tiba di Nunukan hari ini

WNI deportasi dari Malaysia Tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan
Aparat dari TNI AD lengkap dengan senjata menjemput TKI deportasi dari Malaysia di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kaltara, Selasa (10/4). SEbanyak 47 TKI yang dideportasi Malaysia ke daerah itu setelah menjalani hukumannya. FOTO: Doc

Nunukan (BERANDATIMUR) – Sebanyak 138 warga negara Indonesia (WNI) yang telah menjalani hukumannya di Depot Imigrasi Sabah, Malaysia dideportasi melalui Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kaltara hari ini.

Ratusan WNI yang dideportasi hari ini berasal dari tiga Depot Imigrasi Sabah yakni Pusat Tahanan Sementara (PTS) Menggatal Kota Kinabalu (48 orang), Sibuga Sandakan (42 orang) dan Kemanis Papar (45 orang). Kemudian asal daerah di Indonesia masing-masing dari Kaltara (14 orang), Sulsel (57), Sulbar (4), Sulut (5), Sulteng (1), Sultra (14) dan NTT (44).

Baca Juga:  Puluhan Juta Rupiah Terkumpul Buat Bantu Yakomina

Data yang diperoleh dari KJRI Kota Kinabalu ini menyebutkan ratusan WNI yang dideportasi ini karena melakukan berbagai pelanggaran selama berada di negeri jiran Malaysia, sehingga harus ditahan dan dipenjarakan.

Selain kasus keimigrasian atau tidak menggunakan dokumen resmi sebagai pendatang asing sebanyak 110 orang, juga terdapat kasus narkoba 20 orang dan tersangkut tindak pidana berat dan ringan sebanyak delapan orang.

Pemberangkatan WNI deportasi ini sampai ke Kabupaten Nunukan didampingi oleh Satgas Perlindungan WNI Konsulat Jenderal RI (KJRI) Kota Kinabalu yang dipimpin Pelaksana Fungsi Konsuler II Renny Meirina dan staf lainnya.

Baca Juga:  Sekretaris Dinas Perikanan Nunukan Meninggal Dunia

Pelaksana Konsuler II KJRI Kota Kinabalu, Renny Meirina yang telah dikonfirmasi kelalui sambungan whatsapp pada Kamis, 11 Agustus 2022 namun belum memberikan jawaban secara rinci.

Ia mengatakan terus berkoordinasi dengan Imigrasi Malaysia dan WNI deportasi masih dalam perjalanan menuju Tawau. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here