Gaduh!!! Jaksa usut dugaan penyalahgunaan dana COVID-19 di Flores Timur, begini klarifikasi kontributor TVRI

Pengusutan Dugaan Penyalahgunaan Dana COVID-19 Flores Timur
Kasi Pidsus Kejari Flores Timur Cornelis Oematan (masker hitam)

Larantuka (BERANDATIMUR) – Kabupaten Flores Timur, NTT kini gaduh karena kejaksaan mengusut dugaan penyalahgunaan dana COVID-10 pada 2020. Bahkan kontributor TVRI diberitakan oleh media setempat ikut menerima dana tersebut.

Kontributor TVRI Flores Timur Patman Werang pun angkat bicara setelah “diserang” melalui pemberitaan media NKRI POST dengan judul “Jaksa sebut oknum wartawan TVRI terima dana covid-19 BPBD Flotim, 8 wartawan masih rahasia” pada 14 Juni 2022.

Akibat pemberitaan tersebut, awak media di Kabupaten Flores Timur kembali mem-viralkan sebuah rekaman video konferensi pers Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Flores Timur Cornelis Oematan terkait pengusutan kasus dugaan korupsi ini yang berlangsung 30 Mei 2022.

Dalam video itu, Cornelis Oematan menyebutkan akan memeriksa wartawan yang ikut menerima dana COVID-19 tersebut. Namun, dalam video itu tidak menyebutkan identitas wartawan dan nama media yang akan diperiksa.

Baca Juga:  Mahasiswa IKT Larantuka sukses melakukan pendampingan, angka stunting menurun di Desa Ojan Detun

“Iya sampel penerima lelah untuk kalangan media, dan hingga saat ini sudah kita periksa dua wartawan, sehingga untuk urusan wartawan sudah clear dan sesuai dengan SPJ yang dilampirkan. Jadi untuk teman-teman wartawan sudah tidak ada masalah,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Flores Timur dalam video tersebut.

Pemberitaan media NKRI POST tersebut, dinilai telah melakukan pembunuhan karakter terhadap kontributor TVRI di Flores Timur dengan membuat narasi tidak sesuai dengan pernyataan yang disampaikan Kasi Pidsus Kejari Flores Timur dalam video itu.

Patman Werang, kontributor TVRI Flores Timur kepada awak media, Jumat 17 Juni 2022 membenarkan ikut menerima dana COVID-19 sebesar Rp2 juta sebagai honor untuk periode Maret-April 2020 atau Rp1 juta per bulan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Baca Juga:  Sempat Mati Suri, PMKRI Larantuka Gelar RUAC "Mempertegas Eksistensi di Bumi Flotim"

Ia mengakui ikut menerima honor karena namanya bersama sembilan wartawan lainnya tercatat sebagai bagian dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Flores Timur berdasarkan SK Bupati Flores Timur.

Oleh karena itu, dana COVID-19 yang diterima 10 wartawan yang tercatat bagian dari Satgas COVID-19 adalah sah dan sesuai dengan ketentuan.

Hanya saja, Patman merasa aneh dan menganggap lucu, karena wartawan NKRI POST bernama Ritha Senak yang menulis berita tersebut juga ikut menerima dana COVID-19 sebesar Rp2 juta itu.

“Sudah ditegaskan, bahwa saya kontributor TVRI bersama 9 rekan lainnya, termasuk oknum wartawan yang menulis berita tersebut telah menerima dana lelah covid-19 dari bendahara BPBD yang dibubuhkan dengan tanda tangan tanpa adanya tekanan ataupun paksaan dari pihak lain,” terang Patman.

Baca Juga:  Kasus pencurian handphone di Flores Timur, barang curian ditemukan di plafon toko

“Jadi wartawan turut serta dalam menikmati dana covid-19 adalah sah dan bukan hasil konspirasi sepihak, dengan nilai yang diterima 10 wartawan 2 juta rupiah per orang, pembayaran untuk bulan Maret dan Juni 2020,” beber kontributor TVRI Flores Timur ini. (mg01)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here