Nunukan (berandatimur.com) – Aksi Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL) dan Menghadap ke Laut di Kota Makassar, Sulsel berhasil mengumpulkan 8,081 ton sampah dari berbagai jenis.

Aksi yang dimotori Balai Karantina Ikan dan Penjamin Mutu (BKIPM) Makassar ini digelar serentak seluruh Indonesia pada Minggu (19/8).

Kepala Kantor BKIPM Makassar, Sitti Chadijah di Makassar, Senin (20/8) menyatakan, GBPL dan Menghadap ke Laut digaungkan Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Susi Pujiastuti ini dengan menggerakkan instansi dan komunitas serta aktivis lingkungan.

Aksi yang bertujuan menyasar dan membersihkan pantai dari ancaman sampah plastik ini mendapat antusias yang sangat besar di seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah Makassar.

GBPL dan Menghadap ke Laut dimotori BKIPM Makassar dan Yayasan Makassar Skalia dengan melibatkan nsur pemerintah, TNI AL, Polri, komunitas, LSM, dan perkumpulan profesi semuanya 23 unsur instansi dan lembaga yang berperan dalam kegiatan ini.

Baca Juga:  Pistol yang dipakai mengeksekusi pegawai Dishub Makassar, milik anggota polisi

Gerakan bersih pantai dan peduli laut di wilayah Makassar dipusatkan di Pantai Losari. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar yaitu Bank Sampah dimana sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dengan mendapatkan keuntungan ekonomi.

Peserta kegiatan GBPL 2018 mencapai 1.580 orang masing-masing berasal BKIPM Makassar sebanyak 80 orang, Lantamal VI Makassar sebanyak 332 orang, Pemkot Makassar 50 orang, DKP Propinsi Sulsel 50 orang, Polair Polda Sulsel 100 orang.

Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar 100 orang, PHRI Sulsel / IHGMA Sulsel 450 orang, Koral AUP/STP 30 orang, DP2 Kota Makassar 50 orang, PPN Untia 15 orang, BPBAP Takalar 50 orang, Otoritas Pelabuhan Utama Makassar 25 orang.

Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar 43 orang, Unit Pengolahan Ikan Kota Makassar 25 orang, Relawan Yayasan Makassar Skalia 30 orang, WWF Makassar 30 orang, Penyuluh Perikanan 17 orang, Aquatic Study Club Makassar 20 orang, FORMIKAN Sulsel 40 orang, Komunitas Pappalimbang 40 orang dan PSDKP Makassar tiga orang.

Baca Juga:  Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Diduga Suami Istri, Pemilik Motor Bernama Hasnawati

Aksi yang bertempat di Anjungan City of Makassar dihadiri Duta Pandu Laut Nusantara yaitu Kaka Slank.

Sedangkan aksi menghadap ke laut dilaksanakan pada hari yang sama sekira pukul 17.00 wita diawali dengan bergandengan seluruh peserta yang hadir sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri secara khidmat.

Tidak lupa Kaka Slank menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada peserta aksi untuk tetap konsisten dan komitmen tidak membuang sampah ke laut.

Aksi GBPL di Makassar dibagi empat zona yang bergerak secara bersama-sama yakni zona 1: Pelataran Masjid terapung – Anjungan Makassar (Koordinator BKIPM) mengumpulkan 7,1 kilo gram sampah, zona 2 di Anjungan Makassar–Anjungan Bugis (Koordinator  PHRI ) mengumpulkan 19 kilo gram.

Baca Juga:  Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar dan Jaringannya Mudah Diidentifikasi

Zona 3 : Anjungan Bugis– MGH (Koord PIP ) mengumpulkan 55,7 kilo gram dan
zona 4 : Kayu Bangkoa–Tanjung Pandang (samping Polair) (Koord Lantamal dan Yayasan Makassar Skalia) mengumpulkan 8 ton sampah.

Adapun kategori sampah yang berhasil dikumpulkan adalah sampah plastik sebanyak 5.646,2 kg, sampah kaca sebanyak 117 kg, sampah logam sebanyak 90,5 kg, sampah styrofoam sebanyak 263,7 kg, sampah lain sebanyak 1964,4 kg. (Andu)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here