Genpi Optimis Mampu Kembangkan Pariwisata Nunukan

Nunukan (berandatimur.com) – Generasi Pesona Indonesia (Genpi) optimis mampu mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Nunukan, Kaltara meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Ketua Genpi Nunukan, Rici Sugianto di Nunukan, Sabtu (24/11) mengaku telah melakukan survei dan berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah itu soal potensi wisata yang layak dikembangkan.

Potensi-potensi tersebut terdapat sejumlah “spot” namun wisata alam yang lebih memungkinkan untuk fokus dikembangkan agar lebih spesifik dengan daerah lainnya.

Contohnya, wisata alam berupa hutan di Kecamatan Lumbis Ogong dimana di dalamnya terdapat pohon ulin ukuran cukup besar berusia diperkirakan ratusan tahun.

Pohon ulin atau bulian atau kayu besi ini dengan nama ilmiah eusideroxylon zwageri tidak ditemukan di daerah lainnya kecuali di Pulau Kalimantan ini dapat dijadikan lokasi penelitian (riset).

Oleh karena itu, kata Rici, keberadaan kayu ulin di Kabupaten Nunukan dapat dikembangkan jadi obyek wisata bagi wisatawan mancanegara.

Baca Juga:  Wow Pedasnya...Harga Cabai Rawit Tembus Rp100.000/Kg

Perjalanan menuju hutan keberadaan pohon ulin ini tentunya juga menarik karena melintasi arung jeram dengan melawan arus air Sungai Pensiangan yang berhulu di wilayah Malaysia.

“Arung jeram ini juga dapat pula menjadi obyek wisata,” ujar dia sembari mengatakan, tidak terlalu unik karena masih ada arung jeram lainnya yang lebih menarik di pulau lainnya.

Potensi wisata lainnya yang tidak ada di daerah lain adalah pasar dengan transaksi menggunakan dua mata uang yakni Rupiah (mata uang Indonesia) dan Ringgit (mata uang Malaysia) di Pulau Sebatik.

Selanjutnya, kehidupan hewan bekantan coklat di Tanjung Cantik Desa Binusan Kecamatan Nunukan dan Sei Ular Kecamatan Seimengaris.

Sungai Pensiangan sepanjang Kecamatan Lumbis ke Lumbis Ogong yang berhulu di wilayah Malaysia dapat dijadikan wisata arung jeram.

Bekantan ini lebih dikenal dengan monyet berhidung panjang dengan rambut warna coklat nama ilmiahnya “nasalis larvatus” banyak hidup liar pada sejumlah hutan bakau di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga:  UKM Jadi Indikator Ekonomi Masyarakat, Laura Dorong Produk Berdaya Saing 

Hanya saja, lanjut pria asal Provinsi Bengkulu ini, untuk membuat kawasannya sangat sulit dan membutuhkan peran pemerintah.

Meskipun letak geografis Kabupaten Nunukan menjadi kendala karena sulitnya jangkauannya tetapi tidak menyurutkan semangat dari Genpi untuk terus berjuang mengembangkan obyek wisata khususnya wisata alam.

Sebab, Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah, Malaysia ini masih memiliki hutan yang asli dengan berbagai jenis flora dan fauna hidup di dalamnya.

Hasil survei yang dilakukan Genpi selama ini, maka wisata alam dianggap paling tepat dikembangkan dan kedepannya dapat menjadi destinasi wisata bagi wisman maupun wisatawan domestik.

Keunikan yang dimiliki hutan dan kehidupan alam daerah itu termasuk budaya atau adat istiadat, membuat Genpi sangat yakin mampu berkontribusi mengembangkan sektor pariwisata Nunukan.

Baca Juga:  Peresmian Wisata Air Terjun Bangen Tawai di Sekaduyan Taka dan Pelantikan Pokdarwis

Selain wisata alam, Genpi mengamati peluang lain yakni wisata kuliner yang unik dimana terbuat dari berbagai bahan baku yang diolah secara tradisional sesuai tradisi asal etnis masing-masing.

Ini menunjukkan, sangat banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan di Kabupaten Nunukan. Tetapi belum tergarap maksimal untuk dijadikan obyek wisata.

Penulis: M Rusman

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here