Gerhana Bulan Total Bakal Terjadi di Indonesia

 

 

Makassar (berandatimur) – Masyarakat Indonesia bakal menikmati gerhana bulan atau dalam Bahasa Inggeris disebut “blood moon” terlama yang berlangsung selama satu jam 43 menit.

Peristiwa alam bersejarah ini bakal menjadi perhatian masyarakat Indonesia dan negara-negara Asia Tengah dan Asia Tenggara pada 27 Juli 2018 merupakan gerhana bulan total terlama pada abad 21.

Dikutip dari detikinet disebutkan kejadian sesuai hasil pemgamatan NASA dan CBS News pada Senin (2/7).

Menurut sumber dari NASA, gerhana bulan total ini terjadi karena posisi matahari, bumi dan bulan berada satu garis lurus yang sama.

Baca Juga:  Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar, Diduga Dua Pengendara Sepeda Motor

Oleh karena itu, sinar matahari tidak dapat mencapai bulan akibat terhalang oleh bumi.

Pesan yang disampaikan, gerhana bulan total yang berlangsung akhir Juli 2018 ini tidak perlu menggunakan alat khusus sebagai pelindung mata pada menyaksikan momen unik tersebut.

Bukan hanya warga di Asia Tengah seperti Selandia Baru dan Asia Tenggara seperti Indonesia saja yang bakal menikmati gerhana bulan total ini.

Tetapi di Australia dan sebagian negara di Eropa apabila kondisi cuaca cerah di negara masing-masing.

Sebelumnya, gerhana bulan total pertama terlihat di Indonesia pada akhir Januari 2018. Gerhana bulan ini tergolong unik dan langka.

Baca Juga:  Pengurus baru HIPPMIA Lembata di Makassar dilantik

Gerhana bulan total diperkirakan berlangsung pada 27 Juli 2018 ini juga dikategorikam langka karena berlangsung bulan purnama kedua kalinya dalam sebulan atau dikenal dengan sebutan “blue moon”.

Fenomena ini akan tampak pada tengah malam. NASA mendeteksi peristiwa serupa akan terjadi lagi pada 31 Desember 2028 atau tepatnya malam tahun baru nanti.

Kejadiannya yang sama “blue moon” akan terulang kembali pada 31 Januari 2037 dengan kondisi yang sama yakni gerhana bulan total.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here