GH Corner Hadir di Makassar Sajikan Makanan Islami

Makassar (berandatimur.com) – GH Corner (Generasi Harapan Corner) adalah sebuah perusahaan kuliner yang dirancang dan dikelola secara Islami dengan mengusung tagline “Ingat Makan Ingat Tuhan”.

Usaha kuliner ini digagas oleh Tuan Dato Rashidi Abdullah dengan mempekerjakan tenaga terampil dari remaja-remaja binaan Yayasan Baji Ateka Sulawesi yang disponsori Global Ikhwan Sendirian Berhad Holding Sdn Bhd.

Anwar Mustofa, Pengelola Pendidikan dan Pembelajaran Yayasan Baji Ateka Sulawesi asal Malaysia di Makassar, Selasa (30/10) mengutarakan, usaha kuliner yang digagas ini pertama kalinya di Sulsel dan oulet 14 di Indonesia.

Ia menambahkan, menu makanan dan minuman yang disediakan pada cafe dan resto ini benar-benar memperhatikan kehalalan, kesucian dan keberkahannya baik bagi pengelolanya maupun konsumennya.

Baca Juga:  Gagal jadi PNS, pemuda Flores Timur ini sukses usaha sembako. Begini Kisahnya
Nasi Briani asal Timur Tengah yang menjadi menu andalan GH Corner milik Yayasan Baji Ateka Sulawesi yang dijamin kehalalan dan kesuciannya.

Kemudian, karyawan baik juru masak maupun juru saji seluruhnya berasal dari siswa siswi binaannya yang memang telah dididik khusus masal memasak.

Mengusung makanan dan minuman halal dan suci pada cafe dan resto GH Corner dibawah naungan GISB Holding Sdn Bhd ini dengan harapan kemurnian kehalalan dan kesucian kebutuhan pangan masyarakat di Makassar khususnya dan Sulsel pada umumnya.

Juru masak GH Corner sedang meracik teh tarik yang menjadi andalan GH Corner yang beralamat di Ruko Somba Opu Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar.

Pada kesempatan yang sama, Wais Al Qyarmi, Pengelola Cafe dan Resto GH Corner yang beralamat di Ruko Somba Opu Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar ini, menuturkan, menu makanan dan minuman yang disajikan benar-benar memperhatikan kehalalan dan kesuciannya.

Contohnya, ayam atau daging yang dibutuhkan dipotong sendiri atau dibeli dalam kondisi sehat dan hidup sesuai ketentuan ajaran agama Islam.

Baca Juga:  Bulan puasa, pedagang perkirakan harga cabai di Maros tembus Rp80.000/kg

Kemudian bahan baku lainnya, sebagian didatangkan dari Turki apabila tidak ada bahannya yang dijual di Makassar seperti tepung.

Cafe dan Resto GH Corner ini mengandalkan makanan nasi Briani yaitu nasi kuning lemak dengan aksesoris kurma dan jambu mente dengan kuah kambing asal Timur Tengah dan roti canai asal Malaysia. Adapum menu lainnya berupa makanan Thailand, Yordania dan negara Islam lainnya.

Cafe dan resto yang sama telah dibuka pula di negara lainnya seperti Mesir dan Malaysia.

Anwar Mustofa (kanan) Pengelola Pendidikan dan Pembelajaran Yayasan Baji Ateka Sulawesi dan Wais Al Qyarmi (kiri) Pengelola Cafe dan Resto GH Corner.

Menurut Anwar Mustofa dan Wais Al Qyarmi bahwa, karyawan yang bekerja di usaha kulinernya itu memperhatikan juga kemuhriman. Dimana pelanggan wanita dilayani oleh wanita dan pelanggan pria dilayani oleh pelayan pria.

Baca Juga:  DPRD Nunukan Tanggapi Juga Soal "Border Trade" Sabah-Nunukan

Lalu, keuntungan dari hasil usaha tersebut akan disumbangkan kepada pengembangan pendidikan pada panti asuhan binaannya.

Mengenai harga makanan dan minuman yang disediakan sangat bersaing yakni minimal Rp10.000 dan maksimal kurang dari Rp50.000.

Cafe dan resto ini mengusung tagline “Ingat Makan Ingat Tuhan” dengan konsep benar-benar Islami dan religius. (***)

Editor: M Rusman

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here