NUNUKAN (berandatimur.com) -Jalanan longsor di Bukit Menangis Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menjadi perbincangan hangat warga setempat di media sosial (medsos).

Berbagai pendapat dan sorotan muncul terhadap pemerintah daerah sehingga menimbulkan pro kontra.

Namun Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie melalui akun fecabooknya, Jumat melakukab tindakan cepat dengan menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk mengecek kondisi sebenarnya.

“Mendapat informasi tentang putusnya ruas jalan lingkar di Sebatik, Nunukan, saya langsung menginstruksikan kepada Kepala Dinas PUPR-PERKIM Kaltara untuk mengkoordinasikan kepada pihak terkait, agar ada penanganan cepat,” ujar Irianto Lambrie.

Baca Juga:  Nunukan Ekspor Perdana 21 Ton Rumput Laut ke Tiongkok

Ia mengaku, gerak cepat yang dilakukannya berbuah hasil dimana hasil koordinasi Dinas PUPR-Perkim setempat dengan Balai Jalan dan Jembatan Kalimantan 7 langsung akan segera melakukan penanganan darurat.

Penanganan darurat yang akan dilakukan dengan memakai jembatan balley yang diambil dari ruas Seimenggaris – Sei Ular.

Gubernur Kaltara menyatakan, proses selanjutnya juga akan dikerahkan alat berat guna mengatasi dan membuka kemungkinan bisa relokasi ruas sambil menunggu jembatan balley mobilisasi.

Ia mengharapkan, penanganan cepat yang dilakukannya sebagai bentuk kepedulian Pemprov Kaltara terhadap masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut dari Desa Balangan menuju Bukit Keramat, Desa Limau dan Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah.

Baca Juga:  Harga minyak goreng naik, Pemkab Flotim pasrah  

“Saya minta ada gerak cepat. Paling tidak dalam waktu beberapa hari ke depan ruas jalan tersebut bisa dilintasi sementara oleh masyarakat. Karena ruas jalan tersebut sangat penting untuk aktivitas masyaraka,” tegas dia.

Ia menambahkan, untuk waktu jangka panjang ruas jalan tersebut memang akan dibangun. Dimana dalam proses evaluasi, pasca lelang sebelum dimulai pengerjaannya.

Akses jalan tersebut mengalami longsor pasca daerah itu diterpa hujan deras Rabu (26/12) malam. Ditambah kondisi tanah yang miring karena berada di perbukitan pada satu sisi dan jurang.

Baca Juga:  Pertarungan Hidup Mati, Produk Indonesia Vs Malaysia di Nunukan

Akibat longsor itu, jalan beraspal ini putus total sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat maupun roda dua. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here