Menteri ESDM RI Ignatius Jonan (tengah), Menteri BUMN Rini Sumarno (rompi hitam) berbincang dengan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie. Foto: Humas Kaltara

NUNUKAN (berandatimur.com) – Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie akan mengusulkan enam desa terisolir di wilayahnya untuk mendapatkan pembangkit listrik pada tahun 2019 ini.

    Wacana pengusulan ini menindaklanjuti arahan Menteri ESDM, Ignatius Jonan saat berkunjung ke Provinsi Kaltara beberapa waktu yang  lalu.

Irianto Lambrie menyebutkan, ke enam desa terpencil dan terisolir ini diusulkan mendapatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau disesuaikan potensi kelistrikan dan kebutuhan masyarakat setempat.

    Usulan tersebut juga memperhatikan kebutuhan listrik rumah tangga, daerah
pedalaman dan perbatasan yang belum teraliri listrik serta upaya perluasan jaringan listrik yang dilakukan PT PLN (Persero) di provinsi termuda itu.
    “Penyediaan tenaga listriknya
juga akan disesuaikan dengan kondisi yang ada,” kata Irianto Lambrie didampingi Kadis ESDM Kaltara, Ferry Manurung Tanduklangi pada Rabu (20/2).
    Sesuai laporan dari Dinas
ESDM Kaltara untuk masyarakat di daerah pedalaman (terisolir) diusulkan
pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) atau PLTMH (Pembangkit
Listrik Tenaga Mikro Hidro) untuk ke enam desa tersebut.
    Keenam desa yang diusulkan adalah empat desa di Kabupaten Nunukan dan dua desa di Kabupaten Bulungan.
    Sedangkan daerah yang belum teraliri listrik tetapi tidak terisolasi dan terdapat
akses jalan, Pemprov Kaltara mengusulkan perluasan jaringan listrik dan
pembukaan unit pelayanan baru kepada PT PLN (Persero).
    Usulan perluasan jaringan listrik dari PT PLN pada delapan kecamatan di Kabupaten Nunukan termasuk
pembangunan PLTD 3×350 mega watt (MW) di Kecamatan Seimenggaris.
    Selanjutnya di Kecamatan Krayan untuk pembangunan PLTD dan perluasan jaringan listrik, serta di Kecamatan Krayan
Tengah diusulkan pembukaan unit pelayanan baru PT PLN,” urai Irianto Lambrie.
    Di samping itu, Pemprov Kaltara juga mengusulkan pengadaan Lampu Tenaga
Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk 6.227 Kepala Keluarga (KK) yakni 1.679 KK di
Bulungan, 2.422 KK di Nunukan, 464 KK di Tana Tidung, dan 1.642 KK di Malinau.
    “Kami juga akan menyampaikan rencana kebutuhan tenaga listrik seperti KIPI, Kota
Baru Mandiri, kebutuhan listrik bagi usaha pertambakan dan kebutuhan listrik
lainnya yang sifatnya besar seperti yang telah dimasukkan dalam Rencana Umum
Ketenagalistrikan Daerah (RUKD) Kalimantan Utara 2018-2037,” timpal Ferdy.
(***)
Editor    : M Rusman
Sumber : Humas Pemprov Kaltara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here