Halal bi halal Tau Konjo dihadiri Imam Besar Masjid New York

Imam Besar Masjid New York Amerika Serikat, Ustadz Samsi Ali ( baju putih depan) didampingi Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria (kedua kanan depan) saat menghadiri halal bi halal Tau Konjo Bulukumba di Hotel Denpasar Makassar, Selasa (26/6)

Makassar, (berandatimur-Makassar) – Acara halal bi halal Komunitas Tau Konjo Kabupaten Bulukumba, Sulsel yang dilangsungkan di Hotel Denpasar Makassar dihadiri Imam Besar Masjid New York Amerika Serikat, Ustadz Samsi Ali.

Samsi Ali adalah warga asli Kabupaten Bukukumba kelahiran Tammadohong Kecamatan Kajang yang masih fasih berbahasa Konjo meskipun meninggalkan tanah kelahirannya sejak berusia 12 tahun.

Dalam sambutannya saat didaulat oleh panitia pelaksana halal bi halal Tau Konjo, dia menceritakan masa lalunya dimana kedua orangtuanya tetap berdomisili di Tammadohong Kecamatan Kajang.

Pada usia 12 tahun melanjutkan sekolah di salah satu pesantren di Kota Makassar. Setelah tamat pesantren merantau ke Arab Saudi pada usia 18 tahun. Selanjutnya berpindah negara di Pakistan dan memilih menetap di Amerika Serikat tepatnya di New York sampai sekarang.

Baca Juga:  Jangan Menggunakan Handphone Saat Berkendara, Polisi Intai Anda

Sebelum menjadi imam besar di Negeri Paman Sam, Samsi Ali yang memiliki empat orang anak dari istrinya asal Kabupaten Bantaeng, Sulsel.

Saat ini beliau dikaruniai empat orang yang pertama lahir di Arab Saudi, kedua lahir di Pakistan dan dua anaknya lahir di USA.

Pria asli Kajang ini menuturkan, memilih berdomisili di USA tentunya pilihan pribadinya meskipun hidup pada lingkungan yang mayoritas beragama Nasrani.

Tetapi pengalamannya berada di tengah-tengah masyarakat keyakinan lain membuatnya semakin percaya diri dengan belajar cara hidup masyarakat USA.

Baca Juga:  Jalan Layang Maros Pangkas Jalur Logistik Makkassar-Bone

Ia meminta kepada warga Konjo agar terus mengembangkan diri dengan membuka diri kepada siapapun tanpa melupakan peradaban atau adat istiadat daerah kelahiran.

Meskipun telah puluhan tahun berdomisili di negara orang tetapi tidak pernah melupakan tradisi kedua orangtuanya dan bahasa sehari-hari masa kecil.

Samsi Ali menambahkan, tidak pernah melupakan negaranya (Indonesia) walaupun telah memiliki jabatan besar di negara adidaya tersebut.

“Jika dadaku dibelah tetap terpasang merah putih yakni Indonesia,” tutur pria yang berperawakan kecil ini.

Iapun berterima kasih kepada panitia pelaksana halal bi halal Tau Konjo karena diundang. Sebab secara kebetulan berada di Makassar menjenguk ayahnya yang jatuh sakit.

Baca Juga:  Nunukan Siap Ikuti Enam Kategori Lomba Desa Inovatif

Namun ayahnya menghembuskan napaa terakhir akibat terjatuh di kamar mandi sehari pasca lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here