Cabai rawit di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan harga mendadak naik hingga tembus Rp100.000 per kilo gram, Kamis (9/5).

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Memasuki hari keempat bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah, harga cabai rawit mendadak naik dratis hingga tembus Rp100.000 per kilo gram.

Ternyata penyebabnya adalah kurangnya stok di pasaran akibat belum ada pasokan dari Sulawesi Selatan.

Seperti yang diutarakan Hasniah, pedagang bumbu masak di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan, Kamis (9/5) bahwa kenaikan harga cabai rawit baru saja terjadi hari ini.

Kenaikan tersebut diisebabkan oleh tidak adanya cabai rawit asal Sulsel sejak tiga hari terakhir, perempuan setengah baya ini.

Ia menjelaskan, cabai rawit yang beredar di pasaran sekarang hasil panen petani lokal setempat. Guna menutupi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa ini.

Baca Juga:  Wow! Harga cabai rawit anjlok menjadi Rp30.000/kg

“Cabai yang dijual sekarang dari petani lokal. Karena cabai Sulawesi Selatan sudah habis,” ujar Hasniah.

Namun dia optimis, pada saat cabai rawit dari Sulsel masuk maka harga produksi lokal akan turun hingga Rp60.000-Rp70.000 per kilo gram.

“Memang biasa begitu. Kalau tidak ada cabai dari Sulsel harga cabai lokal dinaikkan. Pintar juga petani Nunukan sekarang,” kata dia.

Pedagang lainnya bernama Supi membenarkan, harga cabai rawit di Kabupaten Nunukan baru saja naik hari ini. Sebab, stok pada tingkat agen saat ini tidak ada cabai rawit asal Sulsel.

Baca Juga:  BNN RI Sorot Sebatik Sebagai Pintu Masuk Penyelundupan Narkoba dari Malaysia

Kemungkinan kenaikan harga yang mendadak inj hanya berlangsung satu hari saja. Supi menyatakan, pasokan dari Sulsel akan masuk pada Jumat (10/5) besok.

Ia mengaku, cabai rawit yang dijual pedagang sekarang adalah hasil panen petani lokal. Memang kualitasnya lebih bagus karena dipetik.

Perempuan ini juga yakin harga Rp100.000 per kilo gram ini tidak bertahan lama apabila ada pasokan dari Sulsel dalam waktu dekat ini.

Hanya saja, jika tidak ada pasokan dari Sulsel dalam waktu dekat ini kemungkinan harga akan semakin melonjak lagi.

Baca Juga:  Gula pasir Malaysia hilang dipasaran Nunukan, produk dalam negeri jadi idola

Sebab harga cabai rawit lokal pernah tembus Rp120.000 per kilo gram sebelum bulan Ramadhan 2019 Masehi ini. (***)

Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here