Harga cabai tak terlalu pedas lagi, kecuali produk lokal

Harga Cabai Rawit Turun, Kecuali Produk Lokal
Cabai rawit yang dijual di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan sudah turun menjadi Rp80.000/kg.

Nunukan (BERANDATIMUR) – Sejak sepekan terakhir, harga cabai rawit tak terlalu pedas lagi. Sisa pada kisaran Rp80.000 per kilo gram saja kecuali produk lokal masih tembus Rp120.000 per kilo gram.

Seperti yang diceritakan Suriati, pedagang bumbu masak di Pasar Inhutani Kabupaten Nunukan pada Rabu, 10 Agustus 2022.

Ia mengatakan, harga cabai rawit sekarang terus menurun setelah sempat tembus harga tertinggi sampai Rp200.000 per kilo gram saat usai lebaran Idul Adha 1443 H.

Sejak sempat harganya mencapai puncak atau tertinggi sepanjang masa di Kabupaten Nunukan, akhirnya terus menurun sampai sekarang.

Baca Juga:  Legislator Nasdem dan PDIP Minta Pemda Tambah Pasar Tradisional

Pada dua pekan lalu, harga cabai rawit asal Sulawesi Selatan masih berkisar Rp100.000 per kilo gram. Sekarang, kata Suriati, harganya sisa Rp80.000 per kilo gram sejak sepekan lalu.

“Baru satu minggu turunnya. Dua minggu lalu masih harga 100 (Rp100.000) tapi sekarang turun lagi sisa 80 (Rp80.000),” beber Suriati.

Penurunan harga ini dipicu oleh banyaknya pasokan dari Sulsel setiap pekan. Kita ketahui, kapal pengangkut bahan makanan dan minuman termasuk sayur mayur dan bumbu masak dari Sulsel melalui Parepare yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan sebanyak dua armada.

Baca Juga:  Dana Transfer Bagi Hasil Tak Pernah Terealisasi 100 Persen, Laura: Potensi Utang Tetap Muncul

Senada disampaikan Ilyas, pedagang sembako yang mulai menjual bumbu masak di Pasar Inhutani juga.

Ilyas mengaku, harga cabai rawit asal Sulsel terus mengalami tren penurunan setelah sebelumnya sempat tembus Rp200.000 per kilo gram.

“Sekarang harganya (cabai rawit) sisa 80.000 per kilo pak. Pernah tembus 200.000,” ungkap dia.

Hanya saja, kata dia, penurunan harga tidak dibarengi dengan meningkatnya penjualan. Ilyas katakan, akhir-akhir ini pembeli menurun juga.

Dalam sehari, kadangkala hanya terjual 2-3 kilo gram saja. Semetara cabai rawit ini tidak mampu bertahan selama satu pekan.

Baca Juga:  Gugatan Paslon Damai Ditolak MK, KPU Nunukan Tetapkan Pemenang Pilkada Pada 20 Februari

“Kalau sudah satu minggu pasti sudah banyak yang rusak, busuk juga,” ujar Ilyas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here