Harga Tiket Wing Air Rp311.000. Bagaimana Nasib Kapal Cepat Nunukan-Tarakan?

NUNUKAN (berandatimur.com) – Penerbangan perdana pesawat Wing Air rute Nunukan-Tarakan, Kalimantan Utara dengan harga tiket sebesar Rp311.000 per orang.

Bagaimana Nasib kelangsungan usaha angkutan laut speedboat (kapal cepat) dengan harga tiket sebesar Rp230.000 dengan tujuan sama.

Peluncuran penerbangan perdana pesawat milik maskapai Lion Air Grup ini dihadiri Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Direktur Operasional Lion Air, Resi Irawan,  Bupati Nunukan, Asmin Laura Ketua DPRD Nunukan Haji Danni Iskandar dan unsur FKPD (Forum Koordinasi Perangkat Daerah) dan pejabat lainnya, Kamis (20/12).

Pada kesempatan itu, Irianto Lambrie menyatakan, menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Nunukan karena pertama kali pesawat jenis ATR 72-600 masuk ke daerah itu.

Pelayanan dengan pesawat Wing Air ini tentunya suatu kemajuan yang telah dicapai dalam memperlancar konektivitas penghubung di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Baca Juga:  Pallumara dan Pallubasa, menu andalan 93 Cafe & Resto selama pandemi COVID-19

Bandara Nunukan pun yang terus berbenah setelah mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat patut diapresiasi dan dijaga dengan baik.

Gubernur Kaltara ini sempat bernostalgia dengan menceritakan pertama kali berkunjung di Kabupaten Nunukan pada tahun 1986 dimana daerah itu masih berstatus kecamatan.

Akses penghubung berupa jalanan sebagian besar masih jalan setapak. Namun dengan pergeseran waktu dengan kemajuan negara kita (Indonesia) akhirnya sarana transportasi udara pun semakin membaik.

Ia menambahkan, persaingan antar sarana transportasi tidak bisa dipungkiri pasti ada. Cuma, harapan pemerintah untuk layanan kepada masyarakat dibutuhkan sarana transportasi yang nyaman, aman dan lancar dengan mempertimbangkan efektivitas waktu jangkauan.

Oleh karena itu, kata Irianto, masuknya pesawat jenis ATR 72-600 sebagai suatu kebanggan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Nunukan dan Provinsi Kalimantan Utara pada umumnya.

Ia juga menyinggung soal adanya keberatan dari masyarakat Kabupaten Nunukan soal pemberlakuan peraturan Gubernur Kaltara soal pengenaan tarif bagi anak-anak di bawah umur.

Baca Juga:  Menyambut Idul Fitri, Warga Nunukan Mengeluh Tepung Terigu Menghilang Dipasaran

Sebab, penerapan aturan itu baru terjadi sehingga menimbulkan reaksi dari masyarakat karena dianggap memberatkan.

Hanya saja, Irianto berpendapat, pergub tersebut terbit atas seringnya terjadi kecelakaan di laut yang menelan banyak korban.

Sehubungan dengan hal itu, maka Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan memperketat aturan angkutan laut demi mengurangi kerugian bagi masyarakat.

 

Foto bersama usai peluncuran penerbangan perdana pesawat Wing Air milik maskapai Lion Air Grup di Bandara Nunukan, Kamis (20/12)

Sejumlah pendapat dari masyarakat yang menilai keberadaan pesawat Wing Air ini akan berdampak pada jumlah penumpang kapal cepat.

Alasannya, besaran harga tiket hampir sama sementara waktu jangkau menggunakan pesawat lebih cepat hanya 15 menit dari Nunukan menuju Tarakan.

Sedangkan menggunakan sarana transportasi laut waktunya hingga tiga jam. Itupun jika tidak mengalami kendala dalam perjalanan.

Baca Juga:  Irianto: Tahap Awal Pembangunan PLBN Labang Mulai Dikerjakan Kementerian PUPR

Kalkulasi biaya yang dikeluarkan apabila menggunakan kapal cepat bisa lebih besar dengan hitungan biaya perjalanan dari rumah tempat tinggalnya menuju Pelabuhan Liem Gie Doing ditambah harga tiket.

Belum lagi, biaya yang harus dikeluarkan untuk buruh di Pelabuhan Tengkayu Tarakan dan ongkos transportasi menuju Bandara Tarakan.

Secara hitung-hitungan biaya yang dikeluarkan apabila menggunakan kapal cepat bisa mencapai Rp400.000.

Efek yang bakal harus diterima pengusaha kapal cepat adalah penurunan jumlah penumpang dari Nunukan menuju Tarakan dan sebaliknya. (***)

 

Editor: M Rusman

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here