Oleh: Almadar Fattah

Perjalanan hidup manusia tidak selamanya berada di zona nyaman. Kadangkala zona tak nyaman menghampiri kita.

Putaran roda kehidupan, pasti terjadi pada insan manusia. Ketika sampai pada putaran tersebut tidak satu pun bisa menolaknya.

Suka atau tidak suka, manusia harus siap menerima kenyataan ini. Mau tertawa atau menangis menjalani kenyataan hidup, itulah perjalanan yang harus diarungi sebagai bagian tak terpisahkan dengan kehidupan kita.

Banjir yang melanda sebagian wilayah Sulawesi Selatan baru-baru ini, terkadang menyisakan duka dan pedih yang mendalam.

Tak sedikit korban yang berjatuhan dan banyak diantara mereka pun terpaksa kehilangan tempat tinggal ataupun nyawa.

Namun selalu ada hikmah dan pelajaran berharga yang bisa dipetik dari setiap peristiwa terjadi.

Baca Juga:  Rasisme Itu Penyakit Historis

Musibah sering dipandang sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan, sesuatu yang menyedihkan dan sesuatu yang membuat harapan hidup yang sirna.

Namun jika kita renungkan, ternyata banyak hal yang pada awalnya kita anggap sebagai musibah, dan akhirnya menjadi sebuah berkah yang mengalaminya.

Hikmah dibalik musibah tersebut ada yang kita sadari, namun juga ada yang kita lewatkan begitu saja.

Ibarat siswa di sekolah, mereka akan lulus atau bagaimanapun ramainya sebuah pesta pasti alan berakhir.

Demikian pula Allah akan menguji hambanya yang beriman dan akan mengangkat derajatnya dengan balasan di dunia dan di akhirat.

Baca Juga:  Pemilu Amerika dan Isu Agama Oleh Imam Shamsi Ali*

Oleh karena itu, siapa pun terkena musibah atau sekedar menyaksikan musibah banjir yang terjadi di daerah lain. Hendaknya merenungkan tuntunan Islam dalam menyikapi musibah dengan benar dan bijak, serta memetik hikmah dibaliknya demi perbaikan pada masa yang akan datang.

Setiap orang harus melihat bahwa musibah apapun termasuk musibah banjir seperti di Sulsel merupakan ketetapan Allah sehingga wajib menerima ketentuanNya dengan lapang dada.

Sebagaimana diungkapkan dalam firman Allah SWT dalam Alquran: “Tiada suatu musibah pun yang menimpa bumi ini dan pada dirimu melainkan tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Allah menciptakannya”.

Sikap lapang dada dan ridha pada setiap ketetapan Allah akan mendatangkan kekuatan ruhiyah yang besar dalam mengadapi musibah itu.

Baca Juga:  Catatan Emas Kaltara. Siapa Makar Dibalik Baliho #2020GantiGubernurKaltara#

Selain itu bisa juga menguatkan kondisi psikologis yang akan meringankan dampak musibah itu dan sangat membantu dalam upaya penyelesaiannya.

Disadari atau tidak disadari, sesungguhnya dibalik musibah terkadang akan mendatangkan hikmah yang luar biasa. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here