Lima Hari Menghilang, Gadis Ini Ditemukan Tewas Tergantung di Hutan

Nunukan (berandatimur.com) – Setelah menghilang dari rumah orangtuanya yang terletak di KM 6 RT 06 Desa Binusan Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan, Kaltara, gadis bernama Nadra Farisah (17) ditemukan tergantung di hutan.

Penemuan korban oleh warga atau tetangganya yang melakukan pencarian pada Jumat (27/7) sekira pukul 11.30 wita di tengah hutan dengan posisi tergantung di pohon merkom atau lebih dikenal warga setempat dengan nama pohon lampung-lampung.

Ayah tiri korban bernama Labisa (41) menceritakan, anaknya yang lahir di Kabupaten Pinrang, Sulsel paa 19 Nopember 2001 ini masih terlihat di rumahnya bersama ibu kandungnya bernama Murni (40) yang sedang sakitĀ  pada Sabtu (21/7).

Baca Juga:  Pulau Karang Unarang, Salah Satu Pulau Terluar Akan Disertifikasi

Namun pada Minggu (22/7) sekira pukul 08.00 wita korban yang ditengarai mengalani kelainan jiwa ini sudah tidak terlihat di rumahnya, ujar Labisa yang mengaku pada saat itu berangkat ke kebunnya.

Meskipun diketahui korban menghilang, orangtuanya tidak melaporkan kepada aparat kepolisian karena memang korban selama ini seringkali meninggalkan rumah orangtuanya.

“Kita tidak lapor ke polisi waktu ditau menghilang karena masih dicari. Memang selama hidupnya, korban sering meninggalkan rumah berhari-hari tidak ditau kemana,” beber Murni, ibu kandung korban.

Ia mengetahui, korban telah sembilan kali meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya.

Sehubungan hilangnya korban ini, warga atau tetangga melakukan pencarian akhirnya ditemukan tergantung di hutan pada sebuah pohon jenis merkom atau dikenal warga setempat pohon jenis lampung-lampung pada Jumat (27/7) sekira pukul 11.30 wita tersebut.

Baca Juga:  PDIP Belum Bahas Calon Usungan di Pilkada Nunukan, Kenapa?
Jasad korban gadis bernama Nadra Farisah (17) yang ditemukan tergantung di hutan oleh warga di Desa Binusan Kabupaten Nunukan, Jumat (27/7). Foto: Oktavianus

Informasi yang diperoleh dari warga yang menemukannya korban dalam kondisi membusuk diperkirakan telah menghembuskan napas terakhirnya sejak lima hari lalu.

Setelah ditemukan meninggal dunia, warga yang menemukannya langsung melapor ke Polsek Nunukan. Aparat kepolisian langsung menuju lokasi penemuan sehingga jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Nunukan untuk otopsi pada hari itu juga sekira pukul 14.50 wita.

Pada saat ditemukan, korban mengenakan baju lengan panjang warna hitam bertuliskan “Smeet Holiday” dan celana training panjang warna hitam tanpa alas kaki.

Hasil olah TKP aparat kepolisian setempat, jarak lokasi penemuan dengan rumah orangtuanya sekira satu kilo meter dengan kondisi jalan yang sulit dilintasi kendaraan.

Baca Juga:  Satpol PP Kaltara Razia THM di Nunukan Temukan Pria Positif Narkoba

Adapun posisi korban saat ditemukan, tergantung menggunakan tali yang dililitkan dua kali pada tangkai pohon lampung-lampung dengan ketinggian diperkirakan 10 meter dari permukaan tanah. (Oktavianus)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here