Hindari melahirkan pakai dukun, Dinkes: Masyarakat mulai sadar

Penghapusan Anggaran RTK, Ancaman Ibu Hamil di Nunukan
Administrator Kesehatan Dinkes Nunukan Yuliani Uptubin pada Kamis (3/2). FOTO: BERANDATIMUR.COM

Nunukan (BERANDATIMUR) – Sebelum gencar disosialisasikan tata cara melahirkan yang sehat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Kaltara, sebagian besar masyarakat masih doyan menggunakan jasa dukun saat melahirkan. Namun saat ini kesadaran masyarakat mulai meningkat dengan melahirkan pada layanan kesehatan.

Administrator Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Yuliani Uptubin di ruang kerjanya pada Kamis, 3 Fabruari 2022 mengakui masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan melahirkan dengan menggunakan jasa dukun. Setelah sosialisasi terus digaungkan hingga pelosok desa di daerah itu.

Ia menjelaskan, masifnya tenaga kesehatan atau bidan terampil yang ditempatkan di puskesmas pembantu (pustu) hingga ke desa-desa menjadi langkah tepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda).

Baca Juga:  Cegah warga asing lolos, Imigrasi Nunukan periksa identitas penumpang di Pelabuhan Tunon Taka

Terbukti, hingga saat ini masyarakat yang menggunakan jasa kesehatan ketika melahirkan sudah mencapai 95 persen dari jumlah ibu hamil. “Sesuai data kami sudah ada 95 persen ibu hamil yang melahirkan menggunakan jasa tenaga kesehatan di desanya,” ungkap Yuliani.

Tenaga kesehatan terampil di desa, tentunya memberikan pelayanan yang prima kepada ibu hamil yang akan melahirkan. Mengenai masyarakat yang menggunakan jasa dukun saat melahirkan masih tersebar dimana-mana termasuk di wilayah perkotaan di Kabupaten Nunukan, beber dia.

Mengenai masyarakat (ibu hamil) yang menggunakan jasa dukun, Yuliani katakan bukan karena keterbatasan ekonomi tetapi pada umumnya masyarakat kepercayaan semata. Sebab, biaya persalinan di puskesmas atau rumah sakit menjadi tanggungan Pemkab Nunukan.

Baca Juga:  BNN Beberkan Keterlibatan Oknum Aparat Persulit Pemberantasan Peredaran Narkoba

Namun, lanjut dia, selama ini diketahui masyarakat menggunakan jasa dukun saat melahirkan tidak mau dirujuk dengan alasan memiliki anak kecil yang tidak bisa ditinggalkan dan tidak ada yang merawat apabila melahirkan di layanan kesehatan pemerintah.

“Sebenarnya bukan masalah biaya tapi kepercayaan masyarakat saja, sebab kita tanggung semuanya biaya persalinan bagi masyarakat yang kurang mampu,” ujar Yuliani.

Tenaga kesehatan di puskesmas terus mengedukasi masyarakat pentingnya melahirkan di layanan kesehatan (tidak melalui dukun) dan berkat adanya wadah bernama peduli ibu juga menjadi faktor meningkatnya kesadaran tersebut.

Baca Juga:  Warga Seimenggaris bernama Baharuddin, ditemukan dalam perut buaya

Perlu diingat, melahirkan menggunakan jasa bidan atau tenaga kesehatan terampil tentunya masalah kebersihan sangat dijamin dan perawatan bayi juga ikut terbantu. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here