Staf Teknis Imigrasi KJRI Kota Kinabalu Negeri Sabah, M Soleh di ruang kerjanya, Sabtu (13/4)

Kota Kinabalu (BERANDATIMUR.COM) – Staf Imigrasi Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah Malaysia siap memberikan layanan maksimal bagi warga negara Indonesia (WNI) yang mengurus paspor.

Hal ini berkaitan dengan terbitnya surat edaran Jabatan Imigrasi Malaysia (JIM) Sabah yang memberikan kemudahan bagi pekerja asing untuk mendapatkan dokumen keimigrasian (paspor).

Staf Teknis Imigrasi KJRI Kota Kinabalu, M Soleh, Sabtu menyatakan, pada intinya bersedia memberikan layanan kepada WNI yang akan mendapatkan paspor di konsulat itu.

Ia menilai, kebijakan baru Pemerintah Negeri Sabah terhadap pekerja asing tersebut sangat menbantu WNI yang ingin tinggal bekerja di negara itu.

Prosedur pengurusan paspor tentunya disesuaikan dengan ketentuan yang ditempuh majikan atau pimpinan perusahaan masing-masing.

Baca Juga:  Heroik Peringatan HUT RI di Sandakan, Anak TKI Turut Kibarkan Bendera Merah Putih

Biasanya, kata M Soleh, perusahaan atau majikan mengurus paspor bagi pekerjanya menggunakan jasa agensi atau pihak ketiga.

Namun tidak menolak apabila ada WNI yang langsung datang ke KJRI Kota Kinabalu berdasarkan rekomendasi majikan masing-masing, sebut dia di ruang kerjanya.

M Soleh menambahkan, pengurusan paspor di bagian imigrasi KJRI Kota Kinabalu akan dilayani dengan baik. Bahkan, telah menyediakan segala sarana prasarana yang dibutuhkan.

Hanya saja, kata alumni Universitas Indonesia ini, sampai sekarang majikan atau agensi baru sebatas konsultasi berkaitan dengan pensyaratan.

Namun dia katakan, telah mendapatkan informasi sejumlah perusahaan telah mulai mendata pekerja asing yang belum mengantongi paspor.

Baca Juga:  Konjen RI KK adakan pertemuan dengan perwakilan Diaspora Indonesia 

Selanjutnya, majikan sedang membicarakan kuota pekerja asing yang dibutuhkan dengan Pemerintah Negeri Sabah.

Menurut informasi yang diperoleh, M Soleh menyebutkan, berkisar 200.000 pekerja asing dari Indonesia dan Filipina yang dibutuhkan oleh sejumlah perusahaan perladangan kelapa sawit dan perkebunan atau pertanian.

M Soleh juga mengapresiasi langkah Pemerintah Negeri Sabah yang mengambil kebijakan baru yang mempermudah pekerjanya mendapatkan paspor termasuk istri dan anak-anaknya.

Hanya saja, biaya yang harus dikeluarkan oleh WNI cukup besar apabila mengacu pada pembayaran yang ditentukan oleh pemerintah negara itu.

Sesuai surat edaran Jabatan Imigrasi Malaysia (JIM) Sabah, biaya bagi suami sebesar RM1.570, istri RM1.070 dan anak RM770.

Baca Juga:  Penghitungan Suara Akhir di PPLN Tawau, Jokowi-Amin 36.057 Suara Prabowo-Sandi 7.634 Suara

Bagaimana dengan WNI yang memiliki anak lebih dari dua orang. Sebab, tidak mungkin WNI hanya mengeluarkan besaran biaya sesuai dalam surat edaran tersebut.

Sebab pengurusannya menggunakan agensi yang tentunya mendapatkan keuntungan. (***)

Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here