Imigrasi Nunukan Bantah Isu Kedua Polisi Malaysia Dikirim ke Jakarta

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Kantor Imigrasi Nunukan Kamantan Utara membantah dua anggota polisi Malaysia yang diamankan pekan lalu dikirim ke Jakarta.

“Tidak. Masih kita tahan karena menunggu Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak (Kalimantan Barat) datang,” sebut Bimo Mardi Wibowo, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Nunukan, Sabtu (6/4).

Kedua anggota polisi Malaysia yang bertugas di pos putih Kayu Mati tersebut diamankan saat menikmati akhir pekan pada salah satu mini pub di Pasir Putih Kelurahan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan pekan lalu.

Bimo menyatakan, kepastian kedua warga asing ini benar anggota polisi pihaknya telah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak.

Namun belum mendapatkan jawaban sehingga masih harus menunggu untuk mengantarkan akuan cemas atau paspor sekali perjalanan sebagai syarat untuk deportasi ke negaranya.

Baca Juga:  Bina Kader di Perbatasan, Rachmawati Kagum Keaktifan TP-PKK Krayan

Meskipun belum ada informasi kedatangan Konjen Malaysia menyelesaikan masalah pelanggaran kedua warganya yang ditahan sekarang, tapi Bimo optimis akan datang seperti sebelumnya.

“Pasti datang dari Konjen Malaysia membawakan akuan cemas bagi kedua anggota polisi Malaysia ini,” ujar dia melalui pernyataan tertulisnya.

Ia menyebutkan, penahanan WNA di rumah tahanan Kantor Imigrasi Nunukan hanya batas 30 hari saja.

Oleh karena itu dia yakin perwakilan Malaysia akan datang menemui kedua warganya yang tertangkap tanpa dokumen keimigrasian dan kependudukan memasuki wilayah NKRI.

Kasi Wasdakim, Bimo Mardi Wibowo bersama kedua WN Malaysia yang mengaku anggota polisi yang ditahan di Kantor Imigrasi Nunukan karena masuk wilayah NKRI tanpa paspor pada Sabtu (30/3).

Jika utusan Konjen Malaysia datang maka dibicarakan kembali masalah pemulangannya ke Tawau Negeri Sabah.

“Apabila utusan dari Konjen Malaysia sudah datang di daerah itu membawa akuan cemas bagi kedua anggota polisi tanpa dokumen masuk wilayah NKRI maka waktu pemulangan ke negaranya akan dibahas oleh pimpinan imigrasi,” beber Bimo.

Baca Juga:  Si Pelandukilat Layani Adminduk Warga Perbatasan di Malinau

“Konsulat Malaysia pasti datang seperti hari-hari sebelumnya ketika ada warga negara Malaysia yang ditahan,” ujar Bimo.

Bimo menyebutkan, masa penahanan di rumah tahanan imigrasi hanya maksimal 30 hari saja.

Oleh karena itu, dia mengharapkan, dalam waktu dekat ini utusan dari Konjen Malaysia di Pontianak telah berada di Kabupaten Nunukan.

Kedua WN Malaysia ini bernama Simon Andrie Yoseph berpangkat konstabel dan Mohamad Zainol bin Rosli berpangkat Lans Koperal diamankan oleh tim gabungan pada Sabtu (30/3) sekira pukul 21.30 wita.

Masuk wilayah NKRI di Kabupaten Nunukan melalui pintu ilegal di Psar Yamaker Kelurahan Nunukan Barat menggunakan “speedboat” milik warga setempat yang dihubungi sebelumnya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Panglima TNI dan KASAL Tak Hadir, Sidang Praperadilan TNI AL Pangkalan Nunukan Dilanjutkan 18 Maret

Berhembus kabar, kedua WN Malaysia yang mengaku anggota polisi ini mengalami tekanan pikiran di dalam tahanan Imigrasi Nunukan.

Informasi yang dihimpun, keduanya stres karena merasa dijebak dimana memasuki wilayah NKRI secara ilegal atas ajakan oknum aparat dari Indonesia yang bertugas di Kabupaten Nunukan. (***)

Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here