Terungkap Pada Rakor TIK, Begini Harapan Pemkab Nunukan

Pemerintahan Desa Diminta Manfaatkan Dana Desa Untuk Berinovasi

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara terus mendorong pemerintah desa untuk berinovasi dengan memanfaatkan dana desa (DD) dari APBN atau alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBD.

Sehubungan dengan peningkatan pemanfaatan DD dan ADD ini maka seluruh desa diharapkan membuat kegiatan yang berorientasi pada kemajuan pembangunan.

Atas nama Bupati Nunukan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Nunukan, Muhammad Amin di Nunukan menyatakan, melalui rapat koordinasi (rakor) program pemerintah pusat dapat dikolaborasikan dengan program pemerintah kabupaten.

Selain itu, Amin mengharapkan, hasil rakor ini dapat diimplementasikan oleh pemerintah desa agar muncul inovasi-inovasi baru sehingga bermanfaat bagi pemerintah kabupaten.

“Kita terus dorong adanya inovasi baru oleh pemerintah desa melalui penggunaan dana desa demi kemajuan pembangunan di desa bersangkutan,” ujar Amin di PARAS Perbatasan Jalan Lingkar Kelurahan Selisun.

Baca Juga:  PGRI Minta 2020 Polman UNBK 100 Persen

Ia mengajak pemerintah desa benar-benar mengimplemetasikan hasil rakor ini melalui penggunaan DD yang semakin meningkat.

“Inovasi di desa itu bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat desa tapi juga ditingkat kabupaten,” ungkap Amin pada Rakor TIK Nunukan, Kamis, 24 Oktober 2019.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Nunukan mengaku telah banyak inovasi yang dibuat masyarakat desa di Kabupaten Nunukan telah sukses. Dimana sebagian telah mengikuti lomba-lomba tingkat Provinsi Kaltara hingga nasional.

Misalnya, penyulingan air bersih, pembuatan posyandu remaja khusus bagi perempuan remaja untuk memeriksakan kesehatan secara umum dan tes urine.

Amin juga menyinggung pemberdayaan pemerintahan desa di wilayah III yang dinilai masih kurang inovatif. Namun pada intinya, 232 desa di Kabupaten Nunukan telah melakukan inovasi.

Hanya memang, pemberdayaan di wilayah III masih terkendala berbagai faktor seperti letak geografis yang jauh dan ketersediaan SDM.

Baca Juga:  Ketua DPRD Nunukan Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Oleh karena itu, dia ungkapkan, ke depannya wilayah III menjadi skala prioritas utama untuk pengembangan inovasi bagi masyarakat desa.

Rakor TIK Nunukan
Sekretaris Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Nunukan, Ramlan Adiyadi

Sementara Sekretaris TIK Nunukan, Ramlan Adiyadi menyatakan, kondisi geografis yang berjauhan setiap kecamatan dan desa maka Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Nunukan membagi lima cluster.

Cluster ini dibuat untuk mempermudah jangkauan oleh TIK dalam melakukan pemberdayaan pada setiap desa.

Mengenai pembagian cluster ini telah di lakukan bursa inovasi desa (BID) masing-masing pada 16 Juli 2019 di cluster pertama di Desa Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur.

Jumlah kecamatan yang ikut pada BID cluster pertama ini adalah Nunukan, Seimenggaris, Sebatik, Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Timur dan Sebatik Utara.

Di cluster dua meliputi Kecamatan Tulin Onsoi, Sembakung, Sembakung Atulai dan Sebuku bertempat di Desq Sekikilan pada 8 Juli 2019.

Baca Juga:  SPBU Satu Harga Segera Dibangun di Kekayap

Cluster tiga bertempat di Desa Binter untuk Kecamatan Lumbis Ogong dan Lumbis.

Cluster empat meliputi Kecamatan Krayan, Krayan Timur dan Krayan Barat bertempat di Desa Long Bawan.

Cluster lima di Desa Long Layu untuk Kecamatan Krayan Selatan dan Krayan Tengah.

Ramlan yang menjabat Kabid Pengembangan Desa DPMPD Nunukan ini menyinggung juga bahwa rakor TIK yang diselenggarakannya merupakan program pemerintah pusat yang dijalankan oleh Pemkab Nunukan melalui Satuan Kerja P3MD Provinsi Kaltara. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here