Ini misi Komunitas Tau Konjo Bulukumba

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria saat memberikan sambutan pada acara Hala bi Halal Komunitaa Tau Konjo Kabupaten Bulukumba di Hotel Denpasar Makassar, Selasa (26/6)

Makassar, (berandatimur) – Pembentukan Komunitas Tau Konjo Kabupaten Bulukumba, Sulsel memiliki tiga misi yang masih dalam rancangan program kerja depannya.

    Ketiga misi tersebut adalah berkomitmen melestarikan Bahasa Konjo, mendedikasikan kembali secara ilmiah terhadap perjuangan Dato Tiro menyiarkan agama Islam dan melestarikan budaya Ammatoa.

Prof Imran Umar selaku Ketua Komunitas Tau Konjo Kabupaten Bulukumba menyatakan, komunitas yang dibentuk sejak dua tahun lalu akan membuat program merelaisasikan ketiga misi tersebut dengan berkoordinasi dengan Pemkab Bulukumba.

Harapannya, untuk melestarikan Bahasa Konjo tetap diaplikasikan bagi maayarakat di daerah itu dengan memasukkan dalam kurikulum pelajaran lokal.

Imran Umar yang seharinya dosen Fakultas Geologi Unhas ini mengatakan, banyak pihak khususnya dari masyarakat pada empat kecamatan di Kabupaten Bulukumba yakni Kecamagan Kajang, Herlang, Bonto Tiro dan Bonto Bahari dihantui kekhawatiran atas semakin tergerusnya penggunaan bahasa tersebut di kalangan generasi muda saat ini.

Baca Juga:  Saling Klaim Lahan Pelabuhan Feri Seimenggaris

Apabila kondisi ini dibiarkan terjadi maka Bahasa Konjo akan semakin dilupakan pada akhirnya pumah. Ia menegaskan, hal tersebut tidak dikehendaki warga dari Komunitas Tau Konjo sehingga berupaya melakukan kajian pada masa yang akan datang.

Sebab sejumlah warga Konjo saat ini telah sukses diantaranya kemampuan akademik dimana beberapa telah bergelar professor di bidangnya, beberapa pejabat di Sulsel dan daerah lain serta sukses pada profesi lainnya.

Keinginan Komunitas Tau Konjo yang diungkapkan pada acara halal bi halal di Hotel Denpasar Makassar ini disambut baik oleh Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria yang turut hadir.

Baca Juga:  BNNK Nunukan Libatkan Masyarakat Kampanyekan Anti Narkoba

Tomy Satria menilai keinginan masyarakat Konjo tersebut sangat baik apabila dilakukan kajian secara ilmiah untuk melestarikannya kembali.

Menurut dia, Bahasa Konjo sebagai  bahasa khas maayarakat Kabupaten Bulukumba agar tidak punah.

Wakil Bupati Bulukumba ini juga menyinggung soal upaya mengangkat kembali perjuangan Dato Tiro menyiarkan agama Islam dan pelestarian budaya Ammatoa yang unik dengan penerapan hukum adatnya.

“Saya sangat setuju keberadaan Komunitas Tau Konjo dengan misi yang sangat baik untuk melestarikan budaya-budaya dan bahasa sehari-hari yaitu Bahasa Konjo,” ujar dia.

Namun dia mengharapkan, pelestarian Bahasa Konjo memang perlu dilestarikan tetapi seyogyanya tidak menimbulkan stigma perbedaan antara Bulukumba bagian barat yang menggunakan Bahasa Bugis dalam kehidupan sehari-hari dan Bahasa Konjo di bagian timur.

Baca Juga:  Babinsa Hoelea intens berkomunikasi masyarakat, Pratu Niko: Ini tugas utama

Tetapi pelestarian Bahasa Konjo semata-mata memperlihatkan kepada generasi muda agar tidak melupakan budaya nenek moyangnya.

Memang diakui, Bahasa Konjo menjado bahasa sehari-hari masyarajat Kabupaten Bulukumba di empat kecamatan yaitu Kecamatan Kajang, Herlang, Bonto Tiro dan Kecamatan Bonto Bahari.

Sebagian di Kecamatan Ujung Loe dan Kecamatan Rilau Ale dan Kecamatan Bulukumpa

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here