IPMIL Raya Sesalkan Sikap Refresif Polisi Saat Demo

Makassar (BERANDATIMUR.COM) – Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Raya menyesalkan sikap refresif aparat kepolisian pada saat menggelar demonstrasi pada 2 Mei 2019.

Akibat tindakan kepolisian tersebut Ketua PB IPMIL Raya, Ittong Sulle menjadi korban pemukulan pada saat aksi yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Kronologis kejadiannya yaitu aksi dimulai pukul 12:00 wita bertempat di Flyover simpang empat Jalan AP Pettarani-Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Pada pukul 15.00 wita massa dari sejumlah organisasi mahasiswa se Kota Makassar.

Setelah itu mahasiswa bergerak menuju Kantor Gubernur Sulsel langsung berorasi hingga pukul 04.30 wita.

Baca Juga:  2 Terduga Teroris Kelompok ADI Ditembak Mati di Makassar

Namun pada saat membubarkan diri, tiba-tiba mahasiswa ditembaki dengan gas air mata oleh aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar.

Nah, ketika itu mahasiswa berhamburan tetapi Ketua PB Ipmil Raya berusaha menenangkan rekannya.

Pada saat itulah, Ittong Sulle didekati dan dipegang kedua tangannya oleh empat personil kepolisian. Sedangkan aparat kepolisian lainnya memukuli wajah dan perutnya.

Akibat pemukulan yang dialami Ketua IPMIL Raya tersebut, wajah bagian samping mengalami luka dan mengeluarkan darah segar.

Bukan hanya dipukul, 11 mahasiswa ditangkap dan digelandang ke Mapolrestabes Makassar.

Baca Juga:  Diklaim Super Ngebut Hingga 800 Mbps, Qualcomm Resmi Perkenalkan Snapdragon 712

Salah seorang mahasiswa lainnya mengutuk pemukulan dan penahanan rekannya karena tidak ada yang dirawat medis.

Ia mengancam, melakukan konsolidasi akbar pada Sabtu (3/5). Dalam rangka menindaklanjuti kasus yang dialami rekan-rekannya atas tindakan kekerasan aparat kepolisian. (*)

Reporter: Muhammad Taufiqul
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here