Kondisi jalanan masuk Pasar Yamaker yang becek saat musim hujan. Pembangunan jalan beton di lokasi ini segera dimulai dengan nilai Rp1 miliar. Foto: Guntur
Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РKondisi jalan lingkungan masuk di Pasar Yamaker Kelurahan Nunukan berlumpur maka Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menganggarkan Rp1 miliar.
Anggaran tersebut telah diplot dalam APBD 2019 dan pembangunannya segera dikerjakan, jelas Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan, Eliasnie di ruang kerjanya, Senin, 24 Juni 2019.
Ia menambahkan, sebenarnya rekanan pemenang tender pembangunan jalan di pasar tersebut telah mulai dikerjakan akhir bulan ini.
Namun adanya event dari kementerian pada 2 Juli 2019 maka pengerjaan ditunda dulu. “Sebenarnya rekanannya sudah mau memulai pengerjaan tapi karena ada event dari kementerian soal biogas dan pengolahan sampah organik dekat Pasar Yamaker maka pengerjaan ditunda dulu,” ujar Eliasnie.
Eliasnie mengakui, kondisi jalan masuk pasar yang dibangun menggunakan APBN tersebut saat berlumpur alias becek pada saat musim hujan. Hal ini dikeluhkan masyarakat setempat karena Pasar Yamaker menjadi pusat perbelanjaan di daerah itu.
Oleh karena itu, Pemkab Nunukan cepat menganggarkan dengan nilai Rp1 miliar. Adapun bentuknya bukan aspal atau semenisasi tetapi berupa betonisasi dengan pertimbangan struktur tanah yang sedikit labil.
Adapun panjang jalan masuk di Pasar Yamaker itu adalah 120 meter dengan lebar 8 meter. Sedangkan jalanan keluar sepanjang 119 meter dengan lebar 5,5 meter.
Eliasnie juga menjelaskan soal perencanaan pembangunan fasilitas lain nantinya berupa pembuatan taman dan perparkiran yang refreshentatif.

 

Baca Juga:  Warga Pasar Baru Ditemukan Membusuk di Kebun Kelapa Sawit Sei Banjar
“Jalanan masuk dan keluar Pasar Yamaker berbentuk betonisasi. Memang awalnya mau diaspal tapi pertimbangan struktur tanah yang sedikit labil jadi kita beton saja,” beber dia. (***)
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here