SAR Temukan Jejak Kaki Diduga Milik Bayu

Nunukan (berandatimur.com) – Tim SAR menemukan jejak kaki di tengah hutan diduga milik bocah bernama Bayu (9) yang dilaporkan hilang saat memasang jerat bersama kakeknya (Putilik) di hutan Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (20/7) sekira pukul 12.29 wita.

Jejak kaki tersebut ditemukan pada koordinat 03° 50′ 33″ N / 116° 54′ 35″ E* atau kurang lebih tiga kilo dari Desa Pagar Kecamatan Sembakung.

Melalui keterangan tertulis Basarnas Kaltim-Kaltara, Jumat sore disebutkan, tim SAR yang melakukan pencarian terhadap korban yang duduk di kelas 3 SD ini mencium pula aroma di sekitar lokasi jejak kaki itu.

Baca Juga:  Izin pergi menyetrum ikan, Baharuddin belum kembali ke rumahnya, kenapa?

Namun setelah menelusuri aroma yang dimaksud belum ditemukan sumbernya hingga pencarian hari ketiga dihentikan sementara sekira pukul 17.05 wita.

Tim SAR yang terdiri dari bansarnas, kepolisian, TNI AD, Tagana, relawan Indonesia Mengajar, BPBD Nunukan, keluarga dan masyarakat kembali melanjutkan pencarian hari ini, Sabtu (21/7).

Tim SAR yang melakukan pencarian terhadap korban (Bayu) yang dilaporkan hilang di hutan Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan, Jumat (20/7)

“Jejak kaki yang ditemukan tim SAR diduga milik korban (Bayu). Tim juga mencium aroma disekitar jejak kaki itu tapi belum ditemukan keberadaannya,” ungkap Octavianto.

Octavianto menambahkan, pencarian terhadap korban akan dilanjutkan hingga batas waktu yang ditentukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.

Baca Juga:  Kakek Ditemukan Tewas, Cucu Hilang Saat Pasang Jerat di Hutan Sembakung

Pada hari ketiga, pencarian dilakukan  mulai dari lokasi penemuan jasad Putilik kakek dari Bayu yang ditemukan meninggal dunia hingga 1,5 kilo meter ke arah barat daya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here