Dialog dan Sosialisasi Tim Kajian Daerah Dewan Ketahanan Nasional di Kantor Bupati Nunukan, Rabu (27/3).

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) РKantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengungkapkan jejaring organisasi terlarang hizbut tahrir Indonesia (HTI) masih meluas di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Melalui Sekretaris Badan Kesbangpol Nunukan, Hasmuni di Nunukan, Rabu (27/3) mengungkapkan, meskipun organisasi HTI telah dibubarkan oleh pemerintah tetapi bibit-bibitnya masih cukup berkembang dan memperluas jaringannya.

Oleh karena itu, perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah pusat untuk melakukan langkah antisipasi semakin meluasnya pengaruh organisasi anti Pancasila tersebut.

Hasmuni menilai, masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan sangat rentan dipengaruhi akibat ketergantungan dari negara tetangga Malaysia khususnya bahan kebutuhan sehari-hari.

Dimana stigma yang bisa dibangun oleh jejaring HTI tersebut bahwa tidak adanya perhatian pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya di wilayah perbatasan.

Baca Juga:  PD Aisyiah Nunukan Bina 11 Anak Korban Perdagangan Orang

Ia mengaku, masih kuatnya pengaruh HTI di Kabupaten Nunukan dibuktikan dengan sejumlah data.

Bahkan tidak sedikit pegawai negeri sipil (PNS) yang telah bergabung dengan paham seperti HTI sehingga tidak salah jika hasil survei secara nasional bahwa 19 persen ASN telah menganut paham anti Pancasila.

Data tersebut disampaikan Kemendagri pada rakor bersama di Kota Tarakan bulan lalu, kata Hasmuni.

Organisasi HTI ini bercita-cita menanamkan paham radikal pada seluruh lapisan masyarakat terutama kaum berpendidikan tinggi demi mewujudkan cita-citanya mendirikan negara berazaskan khilafah di Indonesia.

Hal ini terungkap pada dialog dan sosialisasi Tim Kajian Daerah Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI di Kantor Bupati Nunukan, Rabu (27/3)

Baca Juga:  Marak Penolakan Caleg Non Putera Daerah di Nunukan, Ini Tindakan Kesbangpol

Sehubungan dengan HTI ini, Hasmuni meminta pemerintah pusat lebih intens melakukan tindakan dini agar tidak menimbulkan pengkhianatan terhadap ideologi Pancasila.

“Paham HTI sudah masuk di Nunukan ini bahkan terus berkembang,” kata Hasmuni.

Hasmuni menilai, jika dibiarkan menanamkan paham radikal oleh HTI ini tidak tertutup kemungkinan akan mengancam situasi politik dan keamanan bangsa.

Informasi lain yang dihimpun disebutkan bahwa paham atau organisasi HTI memang ada di Kabupaten Nunukan khususnya beberapa titik di Pulau Sebatik.

Namun tidak seluas atau sebanyak yang dibayangkan pasca HTI dibubarkan oleh pemerintah.

Hanya saja paham yang dianut HTI tetap ada karena bukan diputus mata rantainya tetapi pembubaran organissasinya saja.

Baca Juga:  Kesbangpol Nunukan Ajak Siswa Siswi Jadi Pemilih Cerdas dan Tak Golput

Namun jejaringnya tidak menggunakan nama HTI lagi karena telah dibubarkan oleh pemerintah tetapi mengubah namanya dengan orang atau kelompok dan paham serta tujuan perjuangan yang sama.

Masih dari informasi tersebut, organisasi jebolan HTI ini cukup besar di Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan.

Bahkan ketua dari organisasi ini di Kabupaten Bulungan seorang dokter berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). (***)

Editor: Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here