Pelabuhan Tunon Taka Tak Steril
GM PT Pelni Cabang Nunukan, Alex

“Betul menurun drastis”

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Apa penyebab menurunnya jumlah penumpang kapal milik PT Pelni di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara? Ternyata ada faktor eksternal yang sulit dihindari.

Penurunan jumlah penumpang ini sangat terasa akhir-akhir ini. Meskipun demikian, PT Pelni Cabang Nunukan menyadari akibat kasus yang menimpa seluruh penjuru dunia yakni virus corona.

Pengaruh virus corona benar-benar mematikan seluruh sekto sejak sebulan terakhir menyebabkan berdampak pada menurunnya jumlah penumpang bagi armada kapal Pelni di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

General Manager PT Pelni Cabang Nunukan, Alex di Nunukan mengakui, akhir-akhir ini jumlah penumpang yang naik di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan menurun hingga 50 persen.

Baca Juga:  Perempuan Palsu Diamankan Polisi Karena Ancam Teman Wanitanya

“Betul menurun drastis. Biasanya jumlah penumpang dari Pelabuhan Tunon Taka mencapai 500 orang lebih,” ujar Alex pada Selasa, 31 Maret 2020 di ruang kerjanya.

Penurunan jumlah penumpang ini, lanjut Alex karena adanya kekhawatiran masyarakat terhadap terjangkitnya virus corona sehingga tidak melakukan perjalanan keluar daerah.

Apalagi penumpang dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan sebagian besar adalah TKI dari Negeri Sabah, Malaysia.

Sejak Pemerintah Malaysia menutup akses keluar masuk di negaranya, maka TKI di negara itu tidak bisa pulang ke Indonesia karena adanya kebijakan denda sebesar 1.000 ringgit Malaysia jika ditemukan keluyuran di luar rumah.

Baca Juga:  Dua WN Malaysia Eks Napi Narkoba Dideportasi

Alex menyebutkan, rata-rata setiap keberangkatan armada PT Pelni jumlah penumpang yang berangkat kurang dari 300 orang. Padahal, sebelum penutupan akses keluar masuk Malaysia jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tunon Taka rata-rata 500 orang setiap armada.

PT Pelni yang berangkat dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan yakni KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang dengan tujuan akhir Pelabuhan Maumere dan Larantuka.

Penutupan Pelabuhan Larantuka Kabupaten Flores Timur juga berdampak pada menurunnya jumlah penumpang menggunakan armada PT Pelni.

Alex menyatakan, penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tunon Taka hanya mengandalkan TKI dari Sabah. Sebab masyarakat Kabupaten Nunukan yang melakukan perjalanan keluar daerah sangat kurang.

Baca Juga:  148 anak TKI dari Sabah, melanjutkan pendidikan pada 3 provinsi di Indonesia

Jadi, ungkap Alex, penyebab utama menurunnya jumlah penumpang yang menggunakan armada PT Pelni adalah isu virus corona.

Selain virus corona, penyebab lain menurunnya jumlah penumpang kata Alex, penutupan Pelabuhan Larantuka Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelabuhan tujuan terakhir pelayaran PT Pelni dari Kabupaten Nunukan ini karena masyarakatnya yang menolak kapal dari luar masuk di daerahnya. Sehubungan kekhawatiran berjangkitnya virus corona di daerah itu. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here