Kabar buruk menerpa Tim Persebata jelang ETMC XXXI, pelatih mengundurkan diri

Konflik Internal Askab PSSI Lembata Jelang ETMC XXXI
Pejabat Bupati Lembata Marsianus Djawa menanggapi konflik tersebut

Lembata (BERANDATIMUR) – Menjelang perhelatan El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI tim sepakbola Kabupaten Lembata, NTT yakni Persebata diterpa kabar buruk. Pelatih kepala mengundurkan diri disebabkan kesalahpahaman dengan PSSI Askab Lembata.

Maura Hally Betekeneng, terpaksa mengambil sikap dengan mengundurkan diri sebagai pelatih Persebata padahal ETMC XXXI mulai bergulir pada 9 September 2022. Pada ajanag ETMC XXXI ini, Kabupaten Lembata sebagai tuan rumah.

Sekaitan dengan hal ini, Pejabat Bupati Lembata Marsianus Jawa mengaku, pelatih Maura Hally Betekeneng telah bertemu dengan Askab PSSI Lembata pada Selasa malam. Ia membenarkan, terjadi kesalahpahaman internal di Askab PSSI Lembata. 

Baca Juga:  Lembata dapat pinjaman dana Rp35 M, Kadis PUPR minta wartawan ikut mengawasi

“Pengunduran diri pelatih dan asisten pelatih Persebata karena ada masalah internal di tubuh Askab PSSI Kabupaten Lembata,” ujar Marsianus. 

Namun dia tegaskan, pemerintah tidak bisa mencampuri permasalahan internal tersebut.  “Pemerintah tidak bisa mencampuri urusan ini karena masalah internal di tubuh Askab PSSI Kabupaten Lembata dan pelantih Persebata,” sebuat dia. 

Lebih parah lagi, dampak dari pengunduran diri pelatih dan asisten pelatih tersebut sehingga pemain yang direkrut sebagian telah dipulangkan ke daerah asal.

“Tidak hanya pelatih dan asisten pelatih Persebata saja yang mengundurkan diri namun para pemain yang berasal dari luar Lembata sudah dipulangkan hanya meninggalkan pemain dalam Lembata saja/pemain lokal,” ungkap Pejabat Bupati Lembata ini. 

Baca Juga:  YBL gandeng BWS tanam 5.000 bambu di Bendungan Napung Gete Sikka

Hanya saja, Marsianus menolak berkomentar perihal konflik yang terjadi di tubuh PSSI Lembata. Namun dia benarkan, pelatih yang ditunjuk Askab PSSI Lembata telah mengundurkan diri bersama asistennya.

“Saya tidak mau banyak berkomentar karena kekacaubalauan antar Aksab dan pelatih, saya hanya mau memberi tahu, tulis saja pelatih yang awalnya diminta oleh Aksab sudah mengundurkan diri bersama para asisten,” beber Marsianus.

Marsianus menyarankan semestinya masing-masing memahami kewenangannya agar tidak menimb ulkan konflik seperti itu. 

“Askab yang meminta pelatih maka berikan kepercayaan kepada orang yang kamu pilih, kalau sudah begini ya sudah, lagian pelatih juga sudah mengundurkan diri dan para pemain luar juga sudah pulang dan kita menaruh harap pada anak-anak lokal saja,” sebut Marsianus. 

Baca Juga:  Petrus Ama Keron klaim maju di pilkada Flotim lewat Nasdem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here