Soal Laporan Wartawan ke Polisi, Kades Abbumpungeng: Hanya Miskomunikasi

Bone (BERANDATIMUR.COM) – Seorang wartawan terpaksa melaporkan Kepala Desa Abbumpungeng Kecamatan Kajuara kepada aparat kepolisian di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan karena diancam via telepon seluler. Padahal, dugaan ancaman tersebut hanya kesalahpahaman yang tak disengaja.

Laporan tersebut disampaikan oleh Amrah, wartawan Targetnews pada Minggu 4 Agustus 2019. Ketika kedua belah pihak dikonfirmasi masing-masing mempertahankan pendapatnya.

Amrah mengungkapkan kejadian yang dialaminya. Ia menceritakan, melapotkan Kades Abbumpungeng karena merasa terancam dimana oknum kades ini menanyakan alamat rumah dengan mengerahkan massa.

“Kenapa saya laporkan oknum kades ini karena saya merasa terancam dan kaget saat dia telpon dan menanyakan alamat rumah dan katanya mau bawa massa ke rumahku,” ujar Amrah melalui sambungan telepon.

Baca Juga:  14 kabupaten di Sulsel tidak capai 70 persen target vaksinasi COVID-19

Sedangkan Kades Abbumpungeng, Andi Rida yang dihubungi terpisah membantah melakukan ancaman kepada oknum wartawan bersangkutan.

Menurut dia, dirinya dengan oknum wartawan tersebut sudah saling mengenal dan telah beberapa kali bertemu.

Andi Ridha mengklaim, tak merasa mengancam via telepon karena hanya  reaksi spontan dirinya semata.

“Selama ini saya sudah menjaga hubungan baik dengan teman-teman media juga LSM. Mereka semua adalah teman baik saya,” ujar Kades Abbumpungeng melalui telepon selulernya.

Bahkan Kades Abbumpungeng mengaku
justru dirinya yang diancam akan diberitakan oleh oknum wartawan tersebut.

Baca Juga:  Warga apresiasi pelayanan di RSU Labuang Baji Makassar?

Hanya saja, Andi Ridha merasa khilaf menanyakan alamat rumah wartawan yang bersangkutan yang dianggap suatu ancaman.

Ketua Apdesi Kabupaten Bone, Andi Mappakaya Amir

Sementara Ketua APDESI Kabupaten Bone Andi Mappakaya Amier berkomentar sekaitan dengan kasus ini bahwa masalah ini hanya miskomunikasi saja antara oknum kades bersangkutan dengan wartawan.

Andi Mappakaya mengatakan media dan LSM adalah patner atau mitra kerja sehingga mengharapkan masalah ini berakhir dengan damai

Ia menambahkan, mitra kerja yang terjalin dengan wartawan selama ini dengan memberitakan segala bentuk pembangunan di desa.

Begitu juga dengan LSM sebagai lembaga kontrol yang setiap saat memberi support dan memotivasinya dalam menjalankan pemerintahan di desa. (*)

Baca Juga:  Diduga Terima Uang, Polres Barru Bebaskan Tiga Pemilik Sabu-sabu

Penulis: Ani Hammer
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here