Nunukan (berandatimur.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kaltara menginginkan adanya regulasi dari Kementerian Perdagangan yang melegalkan perdagangan di wilayah perbatasan dengan Negeri Sabah, Malaysia.

“Pemerintah pusat sebaiknya membuat regulasi khusus untuk melegalkan  perdagangan perbatasan Kabupaten Nunukan dengan Negeri Sabah, Malaysia,” kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Nunukan, Suaedi di Nunukan, Selasa (20/11).
Alasannya, sejumlah produk asal negeri jiran Malaysia masih dibutuhkan masyarakat perbatasan di daerah itu akibat belum mencukupinya pasokan produk dalam negeri.

Baca Juga:  Akhirnya, Freeport Dikuasai Indonesia

Ia menegaskan, regulasi yang dibutuhkan harus bersifat nasional atau izin ekspor impor dari Kementerian Perdagangan.

Pedagang lintas batas di Kabupaten Nunukan kesulitan mendapatkan izin ekspor impor sehingga aktivitasnya selama ini dilakukannya secara ilegal.

Padahal, kata Suaedi, pedagang lintas batas di daerah itu mau melakukan aktivitas resmi juga.

Menurut dia, apabila pemerintah pusat memudahkan perizinan bagi pedagang lokal di Kabupaten Nunukan sangat berpeluang meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan pemasukan bagi negara.

Selain itu, dapat memberdayakan pengusaha lokal melalui regulasi secara nasional tersebut sehingga optimis meningkatkan kesejahteraan bagi warga perbatasan.

Baca Juga:  AS-Iran Memanas, Rupiah dan Mata Uang Asia Ambruk

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kadin Nunukan, Irsan Humokor mengaku, telah berkomunikasi langsung dengan sejumlah instansi terkait agar pengusaha lintas batas di Kabupaten Nunukan diberi keluasan memasok produk Malaysia.

Pertimbangannya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah itu.

Senada dengan Pemkab Nunukan, apabila stok kebutuhan pokok tertentu seperti gula pasir dan daging tidak ada pasokan dari negara tetangga Malaysia maka harga dipastikan naik.

Hasil komunikasi dengan instansi terkait sulit terwujud karena belum ada regulasi yang menjadi dasar untuk melegalkan masuknya produk Malaysia ke daerah itu. (***)

Baca Juga:  17 Mahasiswa Dari China Tiba di Nunukan, Tiga Orang Melalui Jalur Tikus

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here