Kadisdikbud Polman: Kepsek Harus Kuasai Persoalan Lingkungan Sekolahnya

POLMAN (berandatimur.com) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, Andi Nursami Masdar menekankan kepada kepala sekolah agar menguasai lingkungan sekolahnya.

Hal ini diungkapkan saat membuka rapat kerja (raker) Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri dan Swasta  di Aula Rotan Polis Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (31/1).

MKKS yang diikuti 82 kepala sekolah dan beberapa pengawas satuan pendidikan se Kabupaten Polman.

Andi Nursami menyatakan, kepsek sebagai pengemban amanah pendidikan harus mampu mengusai segala persoalan yang ada di lingkungan sekolahnya.

Baca Juga:  Tampilkan Ikan Tuing-tuing, Polman Sabet Penghargaan Pada APKASI Otonomi Expo 2019

Hal ini berkaitan dengan upaya mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di daerahnya.

Ia meminta, setiap kepala sekolah harus membuka wawasan, terus berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan kultur sekolah yang kondusif yang ramah lingkungan dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, efektif dan menyenangkan.

Untuk itu, Andi Sami mengimbau kepsek agar tidak melenceng dari program yang telah direncanakan sebelumnya dan juga diharuskan mempunyai indikator keberhasilan dari setiap program kerja tersebut.

Rapat kerja dan MKKS Kepsek Kabupaten Polman Sulbar di Kecamatan Wonomulyo, Kamis (31/1). Foto: Almadar Fattah

Sekertaris Disdiknasbud Kabupaten Polman Hamka Rasyid yang turut hadir pada acara MKKS mengatakan, kepsek harus bisa berpikir bijak dalam menyusun program kerja MKKS.

Baca Juga:  Ratusan Anak TKI Dilepas Lanjutkan Pendidikan di Indonesia

Tujuannya, agar mampu melahirkan program yang baik, inovatif dan kontruktif, apalagi telah terjadi pergeseran peran dan fungsi kepala sekolah.

Perubahan pradigma pendidikan di era sekarang ini kepsek tidak hanya melakukan kebijakan-kebijakan yang bersifat sentralistik, tetapi juga bergerak kearah desentralistik dan manajemen partisipatif.

“Kepala sekolah tidak lagi bekerja secara individual yang cerdas tetapi juga bekerja secara team work yang cerdas,” tegas  Hamka Rasyid.

Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana rapat kerja MKKS, Ahmad menyatakan, MKKS adalah siklus utama dalam pembinaan kepala sekolah serta wadah menjalin kerjasama, berkomunikasi dan bertukar pikiran.

Baca Juga:  Polres Nunukan Programkan "Panic Button" Untuk Memaksimalkan Pelayanan

Sebab, kata dia, kepsek adalah ujung tombak perubahan sekolah sehingga perlu meningkatkan kinerja dan kualitas diri. (*)

Penulis: Almadar Fattah

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here