Kadisparpora Nunukan bantah pernyataan pengelola Wisata Belagaone, tidak ada proposal masuk

Kondisi Kawasan Wisata Belagaone Memprihatinkan
Sarana prasarana Kawasan Wisata Belagaone seperti pagar jembatan sudah rusak tanpa perhatioan dari Pemkab Nunukan, Sabtu (2/4). FOTO: Jefri/BERANDATIMUR.COM

Nunukan (BERANDATIMUR) – Kepala  Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nunukan, Kaltara Junaidi membantah pernyataan salah seorang anggota Kelompok Sadar Wisata Karya Nusa yang mengelola Kawasan Wisata Mangrove Belagaone.

Kawasan wisata ini terletak di RT 06 Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan yang dibangun dengan dana DAK yang bersumber dari APBN tahun 2021 sebesar Rp1,5 miliar

Namun, setelah diresmikan Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, kawasan wisata ini tidak dirawat lagi sehingga beberapa bagian fasilitasnya telah rusak.

Akhirnya, kawasan wisata yang menghabiskan dana miliaran rupiah ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini.

Baca Juga:  Sakit Demam Tinggi, TKI Deportasi dari Malaysia Meninggal Dunia di RSUD Nunukan, BP2MI Nunukan: Bukan Korona

Sebelumnya, seorang anggota Kelompok Sadar Wisata Karya Nusa bernama Dika mengaku kawasan wisata tersebut tidak terawat disebabkan tidak adanya anggaran pemeliharaan dari Pemkab Nunukan.

Bahkan telah mengajukan proposal untuk dana pemeliharaan dan perawatan tetapi tidak ditanggapi Dinas Parpora Nunukan.

Namun pernyataan pengelola Kawasan Wisata Mangrove Belagaone ini dibantah keras oleh Kadis Parpora Nunukan Junaidi pada Selasa, 5 April 2022. Ia menyatakan pengelola dari Kelompok Sadar Wisata Karya Nusa tidak pernah  mengajukan proposal untuk dana perawatan.

“Apa yang dikatakan Dika itu tidak benar. Sampai saat ini belum ada proposal yang masuk,” ujar dia dengan nada marah-marah dengan alasan gara-gara pemberitaan soal Wisata Belagaone akhirnya dipanggil oleh Bupati Nunukan.

Baca Juga:  Verifikasi Faktual Dukungan Perseorangan Pilgub Kaltara, PPS Temukan Warga tak Berada Pada Alamat Sesuai KTP

Informasi dari Bidang Pariwisata diperoleh, pernah ada proposal yang masuk hanya 2020 untuk pembangunan jalanan. Hanya saja, proposal tersebut untuk Pemprov Kaltara bukan ranah Pemkab Nunukan.

Diakui pula bahwa anggaran kebersihan kawasan wisata di Pemkab Nunukan sangat minim.

Bahkan dikatakan, pagar yang sudah rusak bukan dibangun menggunakan dari anggaran Rp1,5 miliar tetapi inisiatif pengelola sendiri.

Jadi, apa saja fasilitas yang dibangun menggunakan DAK Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut. Apa efek positifnya bagi masyarakat atas penggelontoran dana APBN ini?. (mg04)

Baca Juga:  Dana APBN Rp1,5 M habis bangun Wisata Belagaone, fasilitas mulai rusak

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here