Kakek Ditemukan Tewas, Cucu Hilang Saat Pasang Jerat di Hutan Sembakung

Nunukan (berandatimur.com) – Berangkat pasang jerat binatang di hutan, kakek bersama cucunya di Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dilaporkan hilang ketika belum pulang ke rumahnya hingga sore hari, Senin (16/7).

Basarnas Kaltim-Kaltara yang mendapatkan informasi melalui media sosial (facebook) langsung mencari tahu kebenaran informasi tersebut melalui Kapolsek Sembakung, AKP Basuki Suwito dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Pos Sembakung, Ismail.

Setelah informasi dinyatakan valid, Basarnas Kaltim-Kaltara menginformasikan kepada Pos SAR Nunukan untuk segera melakukan pencarian terhadap kedua orang hilang tersebut.

Baca Juga:  PPNI Sebuku gelar seminar dan workshop pertama pasca COVID-19

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kaltim-Kaltara, Octavianto, Kamis (19/7) menyatakan, tim SAR dari Basarnas Pos Nunukan langsung menuju lokasi kejadian dengan menggunakan speedboat reguler melalui Kecamatan Sebuku.

Setibanya di Kecamatan Sebuku, personil Basarnas Pos Nunukan menggunakan jalur darat menuju Desa Labuk Kecamatan Sembakung dengan waktu tempuh sekira empat jam.

Octavianto mendapatkan informasi, keluarga dan tetangga korban bernama Putilik (60) dan cucunya bernama Bayu (9) berangkat ke hutan dengan maksud memasang jerat binatang.

Namun hingga sore hari belum juga kembali ke rumahnya pada hari itu, sehingga keluarganya bernama Petrus menyusul ke hutan namun tidak menemukannya. Akhirnya kembali ke rumahnya melaporkan kepada warga setempat.

Baca Juga:  Napak Tilas konfrontasi Indonesia-Malaysia di Sekalayan, Seimenggaris
Personil Basarnas dan kepolisian melakukan pencarian terhadap bocah hilang di hutan

Sekirar pukul 00.00 wita, warga Desa Labuk kembali masuk hutan mencari kakek bersama cucunya itu. Akhirnya, Kail (ayah Bayu) menemukan Putilik dalam kondisi meninggal dunia.

Sekadar diketahui, Putilik adalah ayah Kail.

Setelah ditemukan, jasad Putilik langsung dievakuasi dan tiba di rumahnya pada Senin (17/7) sekira pukul 02.00 wita.

Namun bocah Bayu belum ditemukan jejaknya hingga saat ini meskipun telah dua dilakukan pencarian oleh tim SAR dari basarnas, kepolisian, TNI AD dan masyarakat.

Basarnas dan tim SAR lainnya memutuskan menghentikan pencarian dan dilanjutnya esok harinya.

Baca Juga:  Lima Hari Menghilang, Gadis Ini Ditemukan Tewas Tergantung di Hutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here