Kaltara-Sabah Bicarakan Pembukaan Jalur Serudong-Sei Menggaris

KOTA KINABALU (berandatimur.com) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menemui Pemerintah Negeri Sabah Malaysia di Kota Kinabalu dalam rangka membicarakan rencana pembukaan jalur perbatasan Serudong dengan Kecamatan Sei Menggaris Kabupaten Nunukan.

Delegasi Kaltara yang terdiri pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah), Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid dipimpin langsung Irianto Lambrie selaku Gubernur Kaltara.

Rombongan Kaltara ini menggelar pertemuan dengan Ketua Menteri Sabah, YAB Datuk Seri Panglima Mohd Shafie Apdal didampingi pula sejumlah jajarannya.

Pada pertemuan pemerintah kedua wilayah berbatasan langsung ini sepakat menyediakan anggaran pengembangan dan pembangunan di kawasan perbatasan yang akan mulai dialokasikan pada tahun 2020, terang Irianto Lambrie di The Pacific Sutera Harbour Kota Kinabalu, Senin (18/2).

Gubernur Kaltara menyatakan, kesepakatan ini menjadi salah satu hasil pertemuan Sosek Malindo Peringkat Negeri Sabah/Tingkat Provinsi Kaltara di The Pacific Sutera Harbour Kota Kinabalu Malaysia.

Baca Juga:  Penumpang Mudik Berjubel Hingga Atap Cafe KM Cattleya. Begini Alasan Syahbandar Nunukan
Pertemuan kedua delegasi antara Pemprov Kaltara dengan Pemrintah Negeri Sabah di Kota Kinabalu, Senin (18/2). Foto: Humas Pemkab Nunukan

Rencana pembangunan ekonomi perbatasan antara kedua wilayah berbatasan ini, Irianto Lambrie katakan, Pemerintah Malaysia juga telah menyetujuinya.

Menunjuk Unit Perancang Ekonomi Negeri (UPEN) Sabah sebagai agensi penyelaras untuk menelisik pembangunan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di Serudong secara holistik.

Respon Pemerintah Negeri Sabah ini tentunya disambut baik oleh Pemprov Kaltara karena dapat mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan.

“Hasil pertemuan tersebut, juga kita sepakati untuk ditindaklanjuti lebih jauh dengan membawa rekomendasi hasil pertemuan kepada pemerintah tingkat pusat masing-masing,” ujar Irianto Lambrie.

“Pemerintah Sabah akan menyampaikan rekomendasi ini kepada Kementerian Dalam Negeri (KDN) Malaysia. Begitupula Pemprov Kaltara akan menyampaikan kesepakatan yang dicapai kepada Mendagri (Menteri Dalam Negeri) selaku kepala BNPP (Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan),” terang dia.

Baca Juga:  Maling Rumput Laut Masih Marak, Pembudidaya Minta Solusi Pihak Terkait
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid disambut salah satu pejabat Negeri Sabah di Kota Kinabalu, Senin (18/2). Foto Humas Pemkab Nunukan

Termasuk, mengusulkan Serudong sebagai salah satu pintu masuk dalam BCA (Border Crossing Agreement) dalam perjanjian kedua negara.

– Bahas Ekspor Impor

Pada pertemuan pemerintah kedua wilayah berbatasan antara Indonesia dengan Malaysia juga membahas masalah ekspor impor dari Sabah ke Kaltara dan sebaliknya.

Utamanya persoalan komoditi ayam yang didatangkan dari Malaysia karena selama ini, eksportir negara itu tidak mendapatkan izin dari Pemerintah Indonesia.

Berkaitan dengan hal ini, Pemprov Kaltara akan menyampaikan kepada BNPP dan kementerian terkait dengan melampirkan dokumen permohonan dari Pemerintah Sabah.

Foto bersama: Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid (kiri) dan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie (kedua kanan). Foto Humas Pemprov Kaltara

Diungkap pula masalah kebijakan keluar masuk komoditas beras untuk menghentikan aktivitas transhipment antar kedua negara.

Sehubungan dengan masalah beras ini, Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pertanian dan Azas Tani akan menerbitkan arahan untuk menghentikan semua aktivitas transshipment beras mulai 1 April 2019.

Baca Juga:  Denny JA, Penggiat Medsos Indonesia Terima Anugerah Sastra Kemanusiaan di Sabah

Namun Pemprov Kaltara dan Pemerintah Negeri Sabah sepakat untuk membahas kemungkinan dibukanya ‘keran’ ekspor impor beras di kedua wilayah melalui kementerian terkait kedua negara.

Untuk pembahasan lebih lanjut, Pemerintah Negeri Sabah melalui Majelis Keselamatan Negara (MKN) dan Pemprov Kaltara melalui instansi teknis akan melakukan pertemuan bersama pada 2 Maret 2019. (***)

Editor   : M Rusman
Sumber: Humas Pemprov Kaltara dan                            Pemkab Nunukan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here