Kamar Mesin Dimasuki, Kapal di Sampingnya Pindah. KM Nur Fadhil Pengangkut Puluhan Ton Sembako Nyaris Tenggelam

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Sebuah kapal kayu warna biru bermuatan barang kebutuhan pokok dalam kondisi miring dan nyaris tenggelam akibat kamar mesin kemasukan air pada Selasa (2/4) dini hari sekira pukul 04.00 wita.
Ketika kapal kayu bernama KM Nur Fadhil ini kemasukan air, kapal kayu yang berjangkar disampingnya dengan muatan tangki berisi air tiba-tiba langsung pindah sehingga kapal tujuan Kecamatan Sebuku ini miring.
Kepala Satuan Polair Polres Nunukan, AKP Fendi Maradjani di Nunukan, Selasa (2/4) mengungkapkan, kapal kayu yang mengalami kecelakaan laut ini bermuatan sembako sebanyak 42 ton.
Kapal kayu ini berjangkar di Dermaga Pelabuhan Kayu Inhutani Kelurahan Nunukan Utara pada malam kejadian.
Melalui pesan tertulisnya, dia menjelaskan, kronologis kejadiannya bahwa KM Nur Fadhil ini telah berjangkar di pelabuhan rakyat itu sejak Jumat (29/3) sekira pukul 16.00 wita.
Esok harinya, Sabtu (30/3) memuat sejumlah barang kebutuhan pokok dilanjutkan pada Senin (1/4) mengambil barang-barang di KM Thalia yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan dari Parepare Sulawesi Selatan pada hari itu juga.
Sepulang dari Pelabuhan Tunon Taka sekira pukul 14.00 wita kembali berjangkar di Pelabuhan Rakyat Inhutani. Sekira pukul 19.00 wita, datang sebuah kapal kayu bermuatan tangki warna kuning berisi air dan berjangkar di samping kapal kayu yang mengalami musibah ini.

Esok harinya, sekira pukul 04.00 wita, Nakhoda bernama Jumain kaget melihat air memasuki kamar mesin kapalnya sehingga berteriak memanggil anak buahnya.

Baca Juga:  Laura: Penanganan Sampah Tanggungjawab Bersama

Pada saat itu hampir bersamaan kapal pengangkut air ini pindah tempat sehingga KM Nur Fadhil langsung miring.

Fendi mengutarakan, nakhoda langsung mengambil tindakan dengan meminta bantuan warga setempat untuk menurunkan muatannya di dermaga pelabuhan itu agar kapalnya tidak tenggelam.

Nakhoda KM Nur Fadhil bernama Jumain dengan tiga ABK masing-masing M Sharul, Adi dan Syaruddin.

Atas kejadian itu, nakhoda KM Nur Fadhil minta bantuan warga setempat untuk menurunkan muatannya agar tidak tenggelam.  Tidak ada kerugian material maupun korban jiwa. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here