Kapurung Ala Cak Naro Makanan Bergizi Nan Segar

NUNUKAN (berandatimur.com) – Hayyy gaessss…makanan yang kita konsumsi setiap hari tidak perlu diolah secara modern dengan tempat mewah atau berkelas yang dipenuhi lampu-lampu hias.

Makanan bergizi nan segar kita dapat temui di pinggir jalan di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara khususnya pencinta makanan khas Sulawesi Selatan.

Seperti makanan khas Luwu Raya yakni kapurung yang dilakoni Narotama bersama keluarga di pinggir jalan Tanah Merah Kelurahan Nunukan Utara tak jauh dari Pelabuhan  Liem Hie Djung.

Meskipun Narotama berasal dari Suku Jawa tetapi mengolah makanan khas Sulawesi Selatan telah mahir. Maklum sang istri tercinta berasal dari Kota Palopo Sulawesi Selatan.

Cak Naro bersama istri sedang membuat adonan khas kapurung yang akan disajikan kepada pelanggannya di Lapak Tanah Merah Kelurahan Nunukan Utara, Sabtu (9/3)

Usaha yang dirintisnya sejak dua tahun lalu itu mulai dikenal oleh masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia ini berkat kelezatan dan adonan yang menggoda lidah.

Tak pelak, pencinta makanan tradisional dari luar Pulau Nunukan sengaja datang hanya untuk mencicipi kapurung buatan Cak Naro sapaan Narotama ini.

Keberadaannya yang mudah dijangkau di Tanah Merah tersebut ditambah cita rasa yang khas karena kelezatan dan kesegaran bahan bakunya membuat pencintanya doyan ingin mencicipinya.

Baca Juga:  Menggembirakan, Nunukan Ekspor Beras Adan ke Malaysia dan Brunai

Ayooo nikmati makanan khas Palopo (Sulsel) ini.

Narotama menceritakan awal mula merintis usaha kaourung ini pasca memutuskan dirinya berhenti di dunia edar koran

Bermodalkan semangat, dia katakab kepada sang istri agar diajar mengaduk-aduk masakan kapurung tersebut.

Akhirnya sang istri pun bersedia sehingga usaha ini berlanjut hingga sekarang. Bukan lagi sang istri yang berasal dari Palopo membuat makanan khasnya tetapi pria asal Jawa Timur ini telah mahir khususnya membuat bulatan dari sagu sebagai ciri khas.

Pria ini mengaku, masakan kapurung yang disediakan tidak sama dengan aslinya. Tetapi lebih condong pada nilai rasa bagi lidah masyarakat Suku Bugis.

Kapurung asli Palopo atai Luwu Raya pada umumnya dimasak bersamaan dengan sayur mayurnya.

Namun mengikuti irama lidah masyarakat Suku Bugis (salah satu suku juga di Sulsel) sehingga cara memasaknya pun berbeda dari aslinya.

Istri Narotama meracik kuah kapurung tanpa menggunakan bumbu penyedap rasa instan sebelum disajikan kepada pelanggannya.

Dibantu sang istri melayani pelanggannya yang ramai pada siang hari, Cak Naro menuturkan, makanan kapurung yang dijualnya dengan komposisi yang berbeda dari sayur mayur yang segar.

Baca Juga:  Hadiri dialog kerukunan umat beragama, ini pesan Wabup Nunukan

Kenapa harus seperti itu? Ini dilakukan demi menjaga cita rasa atau aroma asli dari bahan bakunya. Oleh karena itu, sayur mayur yang berasal dari dedaunan bergizi dan kandungan vitamin yang dibutuhkan tubuh manusia seperti bayam dan jantung pisang menjadi bahan utama.

Lalu agar menggoda selera pelanggannya, dicampur dengan racikan mangga muda, ikan teri goreng dan lain-lainnya.

Kapurung ala Cak Naro ini juga punya campuran jagung muda sehingga membuat kuahnya semakin kental dan nikmat di lidah.

Apalagi makan kapurung ini dengan minuman teh hangat atau air jeruk hangat semakin menambah kesegaran dan kehangatan di tenggorokan. Bahkan ada pula minuman dingin disesuaikan selera pelanggannya.

Sementara kuah (air) yang digunakan tentunya terjamin kebersihannya (dari air galon yang telah disterilkan secara teknologi).

Kuah inilah yang paling menggugah selera setiap pelanggannya sehingga selalu ingin mencicipinya. Terbuat dari air masakan ikan segar yang telah ditambah bumbu organik alias tidak menggunakan bumbu instan.

Baca Juga:  Tangis Haru Keluarga, Warnai Kedatangan Jenazah Bharatu (Anumerta) Aldy
Inilah kapurung makanan khas Sulsel ala Cak Naro yang lebih mengutamakan selera pelanggannya

Pada intinya, makanan kapurung ini terjamin aspek higienis (kesehatan) dan kesegarannya. Tanpa pestisida dan obat-obatan atau penyedap rasa pabrikan kecuali garam yang dicampurkan sendiri oleh pelanggannya.

Ayooo buruan ke lapak “Kapurung Teras Palopo” yang berada di pinggir jalan Tanah Merah. Suasananya sejuk karena sepanjang jalan ditumbuhi pepohonan yang membuatnya rindang.

Bukan hanya kapurung loooohhhh…Cak Naro juga menyediakan makanan lainnya seperti ayam penyet ditambah berbagai jenis minuman seperti teh hangat, air jeruk hangat dan lain-lainnya.

Harga kapurung bervariasi ukuran kecil Rp15.000 dan jumbo seharga Rp20.000. Tidak menyesal jika mencicipinya. (***)

Editor : M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here