Karang Taruna Padang Lampe Gelorakan Permainan Tradisional Tangkal Demam Gadget

Pengurus Karang Taruna Desa Padang Lampe Kecamatan Ma'rang Kabupaten Pangkep.

PANGKEP (berandatimur.com) – Karang Taruna Desa Padang Lampe Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan menangkal demam gadget bagi generasi muda dengan menggelorakan permainan tradisonal.

Kegiatan ini serangkaian Hari Jadi Kabupaten Pangkep ke-59 tahun diberi nama Padang Lampe Tradisional Game Festival (PTGF) yang rencananya berlangsung 22-24 Pebruari 2019.

Resmi, Ketua Karang Taruna Desa Padang Lampe yang dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (2/2) menuturkan, lokasi PTGF ini di Lapangan Manunggal Kecamatan Ma’rang yang akan melibatkan murid SD dan SMP se Kabupaten Pangkep.

Permainan tradisional yang bakal digelar adalah lomba bakiak, balap karung, gatri maccangke (gatri), magging (boi-boi), congklak, majjeka (engrang).

Baca Juga:  Motif cinta segitiga, Kasatpol PP Makassar suruh habisi mantan bawahannya, Najamuddin Sewang

Kemudian, permainan dende-dende (engklek), asing-asing (gobak sodor), kasti, kelereng, ketapel, mendorong ban, pletokan dan (tembak-tembak bambu).

Ia mengaku, kegiatan PTGF baru pertama kali gelar di daerahnya bertujuan agar permainan tradisional tetap dikenal oleh masyarakat dan kegaitan ini dalam upaya mempertahankannya.

Rezmi menyebutkan, target peserta pada PTGF 2019 ini sebanyak 10 SD dan 15 SMP.

“Kami sudah sosialisasikan ke sekolah-sekolah di Kabupaten Pangkep. Alhamdulilah kami mendapatkan respon yang positif dari pihak sekolah dan pemerintah setempat, ” ujar dia.

Menggelorakan permainan tradisional dianggap penting demi menangkis dampak negatif semakin maraknya penggunaan gadget dikalangan pelajar khususnya siswa siswi SD dan SMP, maka permainan tradisional harus dilestarikan kembali.

Baca Juga:  Pengurus PMK UNM periode 2022-2023 resmi dilantik

Hanya saja, kata Rezmi, kegiatan semacam ini harus dieksekusi dengan nuansa yang menarik bagi peserta nantinya agar tidak bosan.

“Jadi panitia akan menggabung unsur seni dan fun learning dibungkus dalam permaianan tradisional,” sebut Rezmi.

Jika pelaksanaan permainan tradisional ini berhasil, ke depannya kegiatan PTGF ini akan diusulkan kepada sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di daerah itu menyertakan satu hingga dua permainan terdasional dalam kegiatan ekstra kurikuler.

Ia menyarankan, jangan hanya permainan dari luar saja yang cenderung dilaksanakan sekolah melalui penggunaan gadget tetapi permainan tradisional juga harus diangkat kepermukaan.

Baca Juga:  Tak punya KTP batal operasi di RS Bulukumba, pasien ini meninggal dunia usai perekaman e-KTP

“Mudahan-mudahan terobosan baru dari pemuda Karang Taruna Padang Lampe memberikan dampak positif buat masyarakat terutama di desa kami tercinta ini ” tutup Rezmi. (*)

Penulis: Atim

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here