Penyelundupan daging dari Malaysia
Penanggungjawab Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Wilker Nunukan, dr Budi, Kamis (6/8)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Wilayah Kerja Nunukan, Kalimantan Utara tak berdaya menghadapi kelihaian pelaku penyelundupan barang produk pertanian dari negeri jiran Malaysia.

Produk pertanian yang diduga ilegal tersebut pada umumnya berupa daging dan produk tumbuhan lainnya masuk di Pulau Nunukan pada malam dan pagi hari melalui Pulau Sebatik. Masih maraknya penyelundupan daging dan lain-lainnya di Kabupaten Nunukan, maka sinergitas antar instansi dipertanyakan.

Sekaitan dengan masalah ini, Penanggungjawab Balai Karantina Kelas II Tarakan Wilker Nunukan, dr Budi beralasan tidak punya kewenangan melakukan tindakan tegas di luar area kekuasannya.

Sesuai ketentuan perundang-undangan, petugas karantina hanya bisa memeriksa, mengawasi dan menangkap produk pertanian berupa hewan, ikan dan tumbuhan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan semata.

Baca Juga:  Dishub Nunukan Sosialisasilan Penertiban Perparkiran Rumah Makan

Baca juga:

Perihal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan penjabarannya dalam rangka pencegahan keluar dan masuk.

Sedangkan pintu masuk lain menjadi kewenangan instansi lainnya makanya selama ini telah bekerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI AL maupun TNI AD.

“Kami tidak punya kewenangan melakukan tindakan tegas terhadap barang selundupan di luar daerah area Pelabuhan Tunon Taka,” ucap Budi di kantornya, Kamis, 6 Agustus 2020.

Baca Juga:  Mayat Diduga Celin Waton Ditemukan di Karang Unarang

Ia menjelaskan, kerja sama yang dibangun bersama instansi lainnya seperti kepolisian dan TNI guna mengantisipasi upaya penyelundupan daging, ikan dan tumbuhan dari luar negeri maupun keluar negeri.

Namun tampaknya kerja sama ini tidak berjalan maksimal karena penyelundupan daging masih terus berlangsung melalui jembatan Haji Putri di Gang Kakap RT 17 Kelurahan Nunukan Timur dan Pasar Yamaker Kelurahan Nunukan Barat.

Khusus di Jembatan Haji Putri Gang Kakap yang letaknya di samping Pelabuhan Tunon Taka ini, daging selundupan dari Malaysia masuk di Pulau Nunukan melalui jalur darat di Pulau Sebatik.

Pada umumnya tiba di Jembatan Haji Putri pada malam hari dan pagi hari dikemas dalam kardus.

Baca Juga:  Calon Ketua KKSS Nunukan Perebutkan 16 Suara

Budi mengatakan, bisa saja produk pertanian dan ikan ini masuk secara ilegal dari Malaysia pada saat petugas dalam keadaan lengah.

“Bisa saja barang-barang diselundupkan dari Malaysia pada saat petugas sedang lengah. Tapi dalam rangka mengantisipasi penyelundupan produk pertanian masuk Nunukan kami sudah bekerja sama dengan polisi dan TNI,” terang Budi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here