Karya Sastra Kalindaqdaq Melukiskan Kehidupan Suku Mandar

Oleh Almadar Fattah

KALINDAQDAQ adalah salah satu karya sastra tertua yang melukiskan kehidupan masyarakat Suku Mandar. Karya sastra ini mendapat tempat istimewa di dalam lubuk hati orang Suku Mandar dan digemari hingga kini.

Segala suka dan duka dalam kehidupan dilukiskan dalam karya sastra Kalindaqdaq.

Untuk itu perlu diapresiasi kembali karena ini aset daerah Suku Mandar yang bisa menambah dan memperkaya hasana kebudayaan nasional.

Kalindaqdaq mempunyai ciri khas di dalam bentuk maupun isinya. Untuk lebih jelasnya ikatan-ikatan kalindaqdaq sebagai berikut :
“Tenna ruadi uwita anaqna bidadari maq umbandaq iqmo rapanganna” yang berarti Andaikan pernah kulihat anak bidadari dari kayangan, Aku akan berkata engkaulah bandingannya”.

Bait sastra di atas, Kalindaqdaq merupakan alat untuk mencurahkan pikiran dan perasaan yang disajikan dalam pantung.

Baca Juga:  Perspektif Pemahaman Rasisme di Amerika dan Kasus di Indonesia

Secara etimologi, berasal dari dua kata yaitu “kali” dan “daqdaq” yang berarti melahirkan atau mencurahkan isi hati.

Namun lebih penting dalam Kalindaqdaq irama dan isinya, karena biasanya dibawakan beberapa orang dan penampilannya dilakukan secara berbalas-balasan untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran.

Dilihat dari segi fungsinya, Kalindaqdaq salah satu wadah yang mempunyai fungsi sangat besar ditengah-tengah kehidupan masyarakat Suku Mandar.

Hal ini terbukti pada acara-acara perkawinan, perpisahan, berkelakar dan jika remaja yang sedang dimabuk rindu, bahkan digunakan pemerintah sebagai alat propoganda dalam bidang pembangunan.

Salah satu tradisi dalam pelaksanaan Kalindaqdaq oleh masyarakat Suku Mandar

Di dalam fungsinya tersebut, maka Kalindaqda dapat dilihat beberapa aspek yang ada didalamnya, antara lain :

Baca Juga:  60 calon kepsek SD dan SMP di Polman ikuti diklat

Aspek Sosiologis
Aspek ini dapat dijumpai di dalam masyarakat Suku Mandar, misalnya dikalangan para remaja. Seorang pemuda melahirkan atau mencurahkan pikiran dan perasaannya kepada seorang gadis yang mereka cintai. Aspek ini juga berlaku untuk anak-anak dan kalangan orang tua.

Aspek Religius
Aspek ini banyak dijumpai dalam Kalindaqdaq yang mengandung unsur keagamaan. Penampilannya banyak mengandung nilai-nilai ke-Tuhan-an. Contonya :
“Ala sambarei lino
Ahera peolo
Ia ditia
Engeang sitongan-tongannaq”
Artinya, “Ambillah sebagian kepentingan dunia. Hadapilah kehidupan akhiratmu, karena itulah tempat yang kekal abadi”.
Bait di atas menunjukkan, Kalindaqdaq dapat mempertebal rasa iman dan keyakinan kepada Allah SWT.

Aspek Psikologis
Kalindaqdaq merupakan seruling hati kalangan masyarakat orang Suku Mandar dan salah satu media untuk mencurahkan dan melahirkan pikiran atau perasaan yang sangat indah.

Baca Juga:  Ketaatan Kepada Sang Pencipta Tetap Meski Ramadhan Telah Berlalu. Oleh: Imam Shamsi Ali*

Sebab melalui karya sastra ini seseorang dapat mengungkapkan pikiran atau perasaannya dengan cara lebih halus.

Oleh karena itu, maksud seseorang disampaikan secara tidak langsung. Disini dapat dilihat aspek psikologis yang terkandung didalamnya.

Memaknai ketiga aspek di atas, maka Kalindaqdaq sangat mencerminkan kepribadian masyarakat Suku Mandar di dalam menjalankan kehidupannya sehari-sehari.

(Penulis aktif menulis di media Harian Pedoman Rakyat dan Harian Fajar dari tahun 1990-2014 )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here