Kasur KM Lambelu Disewakan, Penumpang Arus Balik Lebaran “Ditelantarkan”

Palu (BERANDATIMUR.COM) – Arus balik lebaran 1440 Hijriyah yang menggunakan jasa pelayaran KM Lambelu sangat dirugikan atas ulah anak buah kapal (ABK) mengcopoti kasur-kasur tempat tidur.
Pantauan dek ekonomi, ABK bekerja sama oknum tertentu menyewakan kasur-kasur tersebut kepada penumpang yang membutuhkan sebesar Rp10.000 per kasur.
Ulah ABK ini berlangsung di Pelabuhan Parepare Sulsel, Pelabuhan Balikpapan Kaltim dan Pelabuhan Pantoloan Sulteng.
Marsiah, penumpang tujuan Pelabuhan Tarakan yang naik di Pelabuhan Balikpapan membenarkan, kasur yang digunakan alas tidur disewa dari ABK KM Lambelu senilai Rp10.000 per kasur.
Seseorang bersama oknum ABK KM Lambelu sedang transaksi menyewakan kasur kepada penumpang yang baru naik di Pelabuhan Pantoloan Sulteng, Sabtu (22/6) pagi.
Ia mengaku harus menerima tawaran ABK karena tempat tidurnya di dek 4 sesuai tiket yang dimilikinya tidak ada kasurnya.
“Saya terpaksa sewa kasur saja pak karena tempat tidur tidak pengalasnya (kasurnya),” ujar ibu rumah tangga tujuan Pelabuhan Tarakan Kalimantan Utara ini, Jumat malam, 21 juni 2019.
Penumpang lain yang berada di sekitar tempat tidur Marsiah pun mengaku menyewa kasur untuk alas tidur. “Daripada tidak pakai alas untuk tidur lebih baik sewa kasur aja walaupun kita tau tidak disewakan,” aku penumpang yang naik di Pelabuhan Balikpapan juga.
Keluhan juga diutarakan Alonso Yebat, penumpang yang naik di Pelabuhan Pantoloan, Sabtu pagi, 22 Juni 2019.
Ia menyayangkan ulah ABK KM Lambelu yang mencopoti kasur-kasur di tempat tidur kelas ekonomi.
Remaja yang mengaku turun di Pelabuhan Tarakan ini berasal dari Luwuk Banggai Sulteng ini mengatakan, dalam tiket yang dimilikinya sudah tertera fasilitas yang diperolehnya selama pelayaran.
Tulisan pada kasur KM Lambelu yang disewakan oleh oknum ABK.
Salah satunya tempat tidur dengan alas kasur. Namun saat berada di atas kapal ternyata tempat tidur sesuai nomor dalam tiketnya tidak ada lagi kasurnya.
Bukan hanya tempat tidurnya saja yang hilang kasurnya tetapi beberapa tempat tidur lainnya turut dicopoti.
“Kamk sudah beli tiket tapi fasilitas yang seharusnya digunakan malah sudah dicopoti,” keluh dia.
Pencopotan fasilitas kapal ini membuktikan pelayanan di KM Lambelu milik PT Pelni perusahaan milik negara ini fasilitasnya disalahgunakan oleh ABK untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Modus operandi yang dijalankan ABK adalah kasur dari penumpang yang turun di setiap pelabuhan langsung dicopoti lalu disembunyikan.
Setelah oknum ABK ini mendatangi penumpang pada tempat tidur yang tak memiliki menawarkan kasur dengan sewa Rp10.000 sampai Rp20.000 per kasur.
Ratusan penumpang terpaksa rela tidur tanpa alas karena tidak memiliki uang untuk menyewa kasur. Meskipun telah membeli tiket resmi.
Kejadian ini berlangsung pada semua dek kelas ekonomi di KM Lambelu. (***)
Penulis: Tim Investigasi
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here