Kebakaran Lahan di Nunukan Marak, Kodim Minta Masyarakat Bijak Kelola Lahan

NUNUKAN (berandatimur.com) – Maraknya kebakaran lahan di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara akhir-akhir ini, jajaran TNI AD, kepolisian, BPBD dan masyarakat bahu membahu melakukan upaya pengendalian dengan pemadaman secara manual.

Menyikapi hal ini, Komandan Kodim 0911 Nunukan, Letkol Czi Abdillah Arif di Nunukan, Senin (4/3) mengajak seluruh masyarakat agar berhati-hati dengan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan perkebunan.

Ia menambahkan, kebakaran lahan di wilayah kerjanya karena dua faktor yakni cuaca yang ekstrim dan kelalaian manusia.

“Wilayah kita Provinsi Kaltara khususnya di Kabupaten Nunukan ini memiliki kerawanan selama musim panas seperti halnya kebakaran lahan. TNI bersama Polri akan selalu siap sedia membantu Pemerintah dan masyarakat dalam rangka antisipasi musibah atau bencana karhutla tersebut,” ucap dia.

Baca Juga:  Pembunuh Anggota Kodim 0911 Nunukan Dideportasi Hari Ini ke Nunukan
Personil TNI AD dan BPBD serta masyarakat berjibaku memadamkan api akibat karhutla di Kampung Timur Kelurahan Mansapa

Abdillah Arif juga mengimbau, agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola lingkungan dan lahan masing-masing selama musim kering ini.

Ia pun meminta kerja sama masyarakat secepatnya menginformasikan ke aparat atau instansi terkait setempat agar bisa segera diatasi dengan cepat.

Sedangkan Taufik Rahman dari BMKG Nunukan menuturkan, cuaca panas atau musim kering sepanjang Februari 2019 yang melanda Provinsi Kaltara menyebabkan kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG Nunukan juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati membuang sumber api pada sembarangan tempat dan tidak membakar lahan perkebunan apabila tidak diawasi.

Baca Juga:  Demi Wujudkan Ketahanan Pangan Daerah, Kodim Nunukan Butuhkan 100 Ha Lahan

Kebakaran lahan yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Nunukan dapat dikendalikan dengan cepat berkat kesigapan aparat TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.

Ditambah peran aktif masyakarat sekitar yang melakukan pemadaman secara manual sehingga api tidak menjalar secara luas. (***)

Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here