Kejadiannya di Flores Timur, ayah hamili anak kandung hingga hamil 6 bulan

Kasus Pemerkosaan Anak Kandung Hingga Hamil 6 Bulan
Kasi Humas polres Flores Timur Ipda Anwar Sanusi

Larantuka (BERANDATIMUR) – Kejadian memalukan terjadi di Kabupaten Flores Timur, NTT, seorang ayah meniduri anak kandungnya hingga hamil enam bulan. Pelaku beralamat di Desa Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga.

Saat awak media ini menemui korban anggap saja bernama Mawar di ruangan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Flores Timur pada Senin, 27 Juni 2022.

Kronologis perlakuan ayah kandung terhadap dirinya, mulai ditiduri sejak dua tahun lalu, ketika itu baru berusia 17 tahun. Wajah Mawar tampak lesu dan sesekali meneteskan air mata karena malu.

Mawar lebih banyak diam. Salah seorang keluarga yang mendampinginya menuturkan perlakuan ayah kandungnya sangat memalukan.

Baca Juga:  Bejat! Ayah 'genjot" anak kandungnya sebanyak 3 kali, 1 kali di kandang kambing

“Lebih baik dia penjara seumur hidup atau bila perlu tembak mati saja dia. Dia tidak pantas hidup pak. Sudah punya dua istri anak kandungnya sendiri juga dia tiduri,” ungkap keluarga itu yang minta namanya dirahasiakan.

Keluarga baru mengetahui perlakuan bejat ayahnya, ketika Mawar memberitahukan tidak menstruasi lagi sejak enam bulan lalu.

“Kami keluarga karena dia belum punya suami pak. Akhirnya kami tanya siapa ayah dari anak yang dia kandung itu baru Mawar mengaku kalau yang melakukan itu adalah ayah kandung Mawar sendiri,” ujar pamannya ini.

Baca Juga:  Suasana Kamtibmas Malam Natal di Flores Timur Dinyatakan Aman

Disaat mendengar pengakuan Mawar ini, keluarga pun langsung menyuruh untuk membuat laporan polisi. “Saat itu juga saya, Mawar dan ibunya langsung datang ke kantor polisi dan buat laporan pak,” tambahnya.

Sementara Kasi Humas Polres Flotim Ipda Anwar Sanusi mengakui ada laporan polisi nomor:LP/B/146/ VI /2022/SPKT/POLRES FLOTIM/POLDA NTT pada tanggal 22 Juni 2022 tentang anak dihamili ayah kandungnya sendiri.

“Korban mawar bersama ibunya sendiri yang datang membuat laporan. Dan saat ini sedang dalam penyelidikan yang ditanggani oleh Unit PPA Polres Flotim,” ungkap dia.

Menurut Ipda Anwar Sanusi, pelaku dapat diancam pasal berlapis salah satunya Pasal 22 UU Perlindungan Anak.

Baca Juga:  Lakalantas di Adonara Flotim, pelajar SMP tewas 

“Kenapa ditetapkan pasal 22 UU perlindungan anak. Karena menurut pemeriksaan terhadap saksi korban. Pertama kali melakukan hubungan saat ia berusia 17 tahun yang masih di kategorikan anak-anak,” tutup Ipda Anwar. (mg01)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here